news

75 Tahun Bersahabat, Indonesia-China Sepakat Perkuat Kolaborasi Lewat Teknologi dan Investasi

Minggu, 25 Mei 2025 | 20:59 WIB
Foto Ilustrasi Bendera China - Tiongkok (Gambar oleh www.slon.pics di Freepik)

INSIBERNEWS - Hubungan erat antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama 75 tahun kembali diperkuat dalam ajang Indonesia-China Business Reception 2025 yang digelar di Jakarta pada Sabtu (24/5).

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam acara tersebut, menegaskan bahwa kerja sama dengan Tiongkok tetap menjadi prioritas strategis dalam memperkuat sektor ekonomi, teknologi, dan investasi.

Baca Juga: Murah Meriah dan Bergizi! Ini 3 Manfaat Tempe untuk MPASI Bayi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut mendampingi Presiden juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan hubungan kedua negara. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok tak hanya membawa investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan penguatan daya saing industri lokal.

Baca Juga: TPUA Tolak Hasil Uji Ijazah Jokowi Versi Bareskrim, Desak Gelar Perkara Ulang

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara tiga perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Ketiga perusahaan tersebut yakni PT SPC - Supertone, Shanghai Sixmitted Technology Co. Ltd, dan PT Zyrexindo Mandiri Buana, sepakat menjalin kemitraan strategis yang diharapkan mampu mendorong inovasi di sektor perangkat digital dan manufaktur elektronik.

Baca Juga: Investor AS dan Korsel Siap Bangun Puluhan Rusun di IKN Lewat Skema KPBU

Airlangga menyebut bahwa kerja sama seperti ini membuka peluang bagi Indonesia untuk semakin mandiri dalam produksi teknologi dalam negeri. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem teknologi nasional yang kuat.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Dukung Persib Tembus Persaingan Sepak Bola Asia Setelah Juara Liga 1

"Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal membangun masa depan teknologi Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya saing," ujarnya.

Gelaran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan membuka pintu lebih lebar bagi berbagai kerja sama lintas sektor antara dua negara dengan ekonomi terbesar di kawasan Asia. 

Tags

Terkini