INSIBERNEWS - Dua warga negara asing (WNA) asal Kazakhtan dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali setelah kedapatan membawa 30 paket sabu-sabu siap edar.
Keduanya diduga kuat sebagai kaki tangan jaringan narkotika internasional asal Rusia yang tengah mengembangkan bisnis haramnya di Pulau Dewata.
Baca Juga: 8.000 Karyawan Panasonic di Indonesia Terancam PHK Terkena Efek Efisiensi Global
Penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik mencurigakan dua pria yang tampak seperti turis di kawasan Jalan Raya Batuan Kaler, Gianyar. Salah satu dari mereka terlihat mondar-mandir di pinggir jalan seolah mencari sesuatu, sementara satu orang lainnya tetap duduk di atas sepeda motor dengan mesin menyala.
Baca Juga: Ikut Menjadi Korban, Pelaku UMKM Ini Ngaku Kena Tipu Aldy Maldini
Petugas langsung bergerak cepat dan mengamankan keduanya. Setelah diperiksa, identitas mereka diketahui sebagai GT (28) dan IM (35), warga Kazakhtan. Dari tangan mereka, diamankan 30 paket sabu yang dibungkus plastik klip kecil dan dilapisi lakban hitam, dengan total berat mencapai 49,18 gram.
Baca Juga: Viral Skandal Penipuan Aldy Eks CJR, Richard Lee Ungkap Ikut Jadi Korban
“Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya adalah kurir jaringan narkotika internasional yang dikendalikan dari luar negeri oleh seseorang berinisial EVIL, yang diduga berada di luar wilayah Indonesia,” ungkap Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat.
Modus yang digunakan cukup terstruktur. Sabu-sabu itu rencananya akan diedarkan di kalangan turis asing yang sedang berlibur di Bali, memanfaatkan keramaian wisata dan minimnya kecurigaan terhadap sesama WNA.
GT dan IM disebut hanya sebagai ‘operator lapangan’ yang menjalankan instruksi dari EVIL melalui komunikasi daring.
Baca Juga: BGN Nilai Program Makan Bergizi Gratis Bisa Kurangi Tawuran Pelajar
Kini, kedua tersangka tengah mendekam di Rumah Tahanan BNNP Bali untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara, tim BNN terus menelusuri jejak EVIL dan membuka kemungkinan bahwa jaringan ini memiliki lebih banyak kurir yang tersebar di berbagai wilayah Bali, menyamar sebagai wisatawan atau pekerja asing.