8.000 Karyawan Panasonic di Indonesia Terancam PHK Terkena Efek Efisiensi Global

Photo Author
- Selasa, 13 Mei 2025 | 07:51 WIB
Panasonic (Ilustrasi)  (Foto : Istimewa)
Panasonic (Ilustrasi) (Foto : Istimewa)

 

INSIBERNEWS - Sekitar 8.000 pekerja yang menggantungkan hidupnya di pabrik Panasonic Indonesia tengah dibayangi ketidakpastian setelah muncul kabar rencana efisiensi besar-besaran dari perusahaan induknya, Panasonic Holdings.

Rencana efisiensi ini memicu kekhawatiran bakal adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk di Tanah Air.

 Baca Juga: Ikut Menjadi Korban, Pelaku UMKM Ini Ngaku Kena Tipu Aldy Maldini

Panasonic Holdings, yang berbasis di Jepang, mengumumkan akan memangkas sekitar 10.000 tenaga kerja di seluruh dunia dalam upaya merampingkan operasional perusahaan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 karyawan akan terdampak di Jepang, sementara sisanya tersebar di berbagai negara, termasuk kemungkinan besar Indonesia.

 Baca Juga: Viral Skandal Penipuan Aldy Eks CJR, Richard Lee Ungkap Ikut Jadi Korban

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, turut angkat bicara soal potensi dampaknya terhadap buruh Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa walaupun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai PHK di pabrik Panasonic dalam negeri, potensi itu tetap terbuka lebar.

"Belum ada surat resmi atau pengumuman yang menyebutkan akan ada PHK di Indonesia. Tapi, melihat skala efisiensi ini, kita tidak bisa menutup mata. Yang paling rentan tentu pekerja kontrak, dan sebagian pekerja tetap juga bisa terdampak," kata Said Iqbal.

 Baca Juga: Pantau Langsung di Barak TNI, Kak Seto Ungkap Banyak Orang Salah Sangka Terkait Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Siswa Nakal

Menurut Iqbal, langkah efisiensi seperti ini bukan hal baru bagi perusahaan global. Namun, ia berharap Panasonic Indonesia bisa mencari cara lain agar tidak langsung mengorbankan tenaga kerja, terutama mereka yang sudah lama mengabdi.

Ia juga meminta pemerintah ikut turun tangan jika gelombang PHK benar-benar terjadi, agar buruh tidak jadi korban kebijakan sepihak.

 Baca Juga: ITB Minta Mahasiswanya Tak Ditahan: Biar Kami yang Bina di Kampus

Situasi ini menambah daftar panjang kekhawatiran pekerja pabrik di Indonesia, apalagi di tengah ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Banyak buruh berharap Panasonic memberikan kepastian dan keterbukaan informasi, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dan masa depan keluarganya di tengah bayang-bayang ketidakpastian.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X