INSIBERNEWS - Sekitar 8.000 pekerja yang menggantungkan hidupnya di pabrik Panasonic Indonesia tengah dibayangi ketidakpastian setelah muncul kabar rencana efisiensi besar-besaran dari perusahaan induknya, Panasonic Holdings.
Rencana efisiensi ini memicu kekhawatiran bakal adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk di Tanah Air.
Baca Juga: Ikut Menjadi Korban, Pelaku UMKM Ini Ngaku Kena Tipu Aldy Maldini
Panasonic Holdings, yang berbasis di Jepang, mengumumkan akan memangkas sekitar 10.000 tenaga kerja di seluruh dunia dalam upaya merampingkan operasional perusahaan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 karyawan akan terdampak di Jepang, sementara sisanya tersebar di berbagai negara, termasuk kemungkinan besar Indonesia.
Baca Juga: Viral Skandal Penipuan Aldy Eks CJR, Richard Lee Ungkap Ikut Jadi Korban
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, turut angkat bicara soal potensi dampaknya terhadap buruh Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa walaupun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai PHK di pabrik Panasonic dalam negeri, potensi itu tetap terbuka lebar.
"Belum ada surat resmi atau pengumuman yang menyebutkan akan ada PHK di Indonesia. Tapi, melihat skala efisiensi ini, kita tidak bisa menutup mata. Yang paling rentan tentu pekerja kontrak, dan sebagian pekerja tetap juga bisa terdampak," kata Said Iqbal.
Menurut Iqbal, langkah efisiensi seperti ini bukan hal baru bagi perusahaan global. Namun, ia berharap Panasonic Indonesia bisa mencari cara lain agar tidak langsung mengorbankan tenaga kerja, terutama mereka yang sudah lama mengabdi.
Ia juga meminta pemerintah ikut turun tangan jika gelombang PHK benar-benar terjadi, agar buruh tidak jadi korban kebijakan sepihak.
Baca Juga: ITB Minta Mahasiswanya Tak Ditahan: Biar Kami yang Bina di Kampus
Situasi ini menambah daftar panjang kekhawatiran pekerja pabrik di Indonesia, apalagi di tengah ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Banyak buruh berharap Panasonic memberikan kepastian dan keterbukaan informasi, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dan masa depan keluarganya di tengah bayang-bayang ketidakpastian.
Artikel Terkait
Buka Suara Terkait Penetapan Tersangka Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo-Jokowi, Istana: Lebih Baik Dibina
Kemenag Laporkan 8 Jemaah Haji WNI Meninggal Dunia, Pastikan Keluarga Tak Perlu Khawatir Soal Hak
Melalui Pendampingan BRI dan Pinjaman Modal, Perempuan Tangguh Ini Dirikan Kelompok Wanita Tani di Kaki Gunung Ciremai
BGN Nilai Program Makan Bergizi Gratis Bisa Kurangi Tawuran Pelajar
ITB Minta Mahasiswanya Tak Ditahan: Biar Kami yang Bina di Kampus
BRI Raih Digital Channel Terbaik Versi BSEM 2025 Berkat Kualitas Layanan yang Meningkat
BRI Peduli Peringati Hari Raya Waisak dengan Salurkan Bantuan Sembako Bagi Ribuan Umat Buddha
Pantau Langsung di Barak TNI, Kak Seto Ungkap Banyak Orang Salah Sangka Terkait Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Siswa Nakal
Viral Skandal Penipuan Aldy Eks CJR, Richard Lee Ungkap Ikut Jadi Korban
Ikut Menjadi Korban, Pelaku UMKM Ini Ngaku Kena Tipu Aldy Maldini