INSIBERNEWS - Sekretaris Jenderal Pasukan Bawah Tanah (Pasbata), Budi Kuntoro, menyuarakan keprihatinannya terhadap pernyataan-pernyataan yang belakangan dilontarkan oleh pakar telematika Roy Suryo. Ia secara terang-terangan meminta agar Roy menghentikan komentar-komentar yang dianggap menyesatkan dan hanya menambah keruh suasana.
Sorotan terhadap Roy Suryo mencuat seiring keterlibatannya dalam isu kontroversial terkait dugaan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Menurut Budi, narasi yang dibangun Roy dan pihak-pihak pendukungnya telah menciptakan keresahan publik yang meluas dan berdampak negatif terhadap citra Indonesia di mata dunia.
Baca Juga: Bawa Pulang Mobil BMW hingga Ribuan Tabungan Emas, BRI Umumkan Pemenang BRImo FSTVL 2024
“Kalau memang punya bukti, ya tunjukkan saja di ranah hukum. Jangan malah memanaskan suasana dengan opini yang belum tentu benar. Rakyat kita jangan terus-menerus disuguhi informasi yang membingungkan,” tegas Budi dalam pernyataannya pada Kamis (1/5/2025).
Ia menilai bahwa langkah Roy yang terus berbicara ke media justru kontraproduktif dan bisa memperkeruh stabilitas sosial. Apalagi, isu yang diangkat menyentuh hal sensitif dan menyangkut nama baik seorang kepala negara.
Baca Juga: BRI Liga 1 2025: Ini Link Streaming dan H2H Bali United vs PSIS Semarang di Pekan 31
Budi juga mengingatkan bahwa setiap tokoh publik memiliki tanggung jawab moral atas pernyataan yang mereka sampaikan ke hadapan publik. Ia menekankan bahwa ucapan yang sembrono tak hanya merusak reputasi individu, tapi juga bisa mengguncang kehormatan bangsa di mata komunitas internasional.
“Isu ini bukan perkara kecil. Ini menyangkut harga diri bangsa. Jadi, jangan sembarangan melempar opini ke publik tanpa dasar yang kuat,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Laman LHKPN Tidak Bisa Diakses, Ternyata Ini Penyebabnya
Lebih jauh, Pasbata menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menjaga sikap tenang dan tidak terprovokasi. Budi menyebut pihaknya memilih jalur hukum sebagai bentuk komitmen terhadap aturan yang berlaku serta menjaga persatuan nasional.
“Kami tidak ingin terpancing untuk melakukan hal-hal di luar hukum. Kesabaran kami adalah bentuk tanggung jawab sebagai warga negara yang cinta damai. Tapi kami minta Roy dan kelompoknya juga tahu diri. Jangan main-main dengan emosi rakyat,” tambahnya.
Baca Juga: Mundur Jadi Kepala PCO, Segini Harta Kekayaan yang Dimiliki Hasan Nasbi: Tembus Lebih 40 Miliar
Isu ijazah Presiden Jokowi memang kembali menghangat setelah sejumlah pihak mencoba mengangkat kembali dugaan lama tersebut. Namun, Pasbata memandang langkah tersebut tidak memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa.
Mereka menilai sebaiknya energi publik diarahkan pada hal yang lebih produktif ketimbang terus menghidupkan isu yang bisa menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat.