INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meluncurkan mekanisme baru untuk penyaluran tunjangan guru ASN daerah pada Pertengahan Maret lalu.
Sistem tersebut memungkinkan untuk menyalurkan tunjangan guru ASN daerah langsung kepada yang bersangkutan.
“Dulu, penyalurannya itu melalui rekening kas umum daerah, dari APBN ke rekening kas daerah, baru disalurkan ke rekening guru,” ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN yang disiarkan langsung di YouTube Kementerian Keuangan, Rabu, 30 April 2025.
Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional, Berikut Sejarah Peringatan Hari Buruh di Indonesia
Diharapkan dengan sistem baru ini, para guru daerah bisa langsung menerima uang dari pemerintah langsung tanpa adanya perantara.
“Sekarang, mulai bulan Maret kemarin, penyalurannya langsung dari kas negara kepada rekening guru, itu lebih tepat waktu pastinya tepat jumlah, dan bisa kita desain secara baik,” jelasnya.
Dibeberkan oleh Suahasil bahwa di tahun 2025 ini, tunjangan guru ASN daerah dianggarkan sebesar Rp66,92 triliun.
Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Manipulasi Proyek DPRD OKU di Dinas PUPR, Fee Capai 22 Persen!
“Seluruh tahun 2025 direncanakan penyaluran tunjangan guru ASN daerah adalah Rp66,92 triliun, disalurkan secara triwulanan, bertarti 4 triwulan, 4 kali penyaluran dan total penerimanya 1.522.000 guru ASN daerah,” imbuhnya.
Rincan Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah 2025
Menelan anggaran Rp7,19 triliun, tahap 1 yang dimulai pada bulan Maret sudah selesai, dan bulan April dengan anggaran Rp3,85 triliun juga sudah selesai dilakukan.
Dengan jumlah tersebut, ada sekitar 900 ribu guru yang telah menerima tunjangan dari pemerintah.
“Pada bulan Mei, artinya akhir bulan April ini kita akan menyalurkan lagi Rp5,7 triliun untuk 605 ribu guru,” jelas Suahasil.
Selanjutnya, untuk penyaluran tunjangan tahap kedua di Kuarter II, Kuarter III, dan Kuarter IV bisa lebih cepat karena sudah validasi data dari proses pertama.***