INSIBERNEWS - Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) tengah bersiap mengambil peran lebih aktif di pasar modal Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Danantara berencana menjadi penyedia likuiditas (liquidity provider) di Bursa Efek Indonesia (BEI), langkah strategis yang diharapkan mampu memperkuat likuiditas dan daya tarik investasi di Tanah Air.
Saat ini, mereka sedang menggodok instrumen investasi yang akan digunakan, dengan sumber dana berasal dari dividen perusahaan-perusahaan yang ada di bawah pengelolaan mereka.
Baca Juga: Jadwal Padat, Lisa BLACKPINK Tolak Tampil di Grand Final Miss Universe 2025
Rencana ambisius ini disambut positif oleh BEI. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa kehadiran Danantara sebagai liquidity provider akan memberikan dampak besar terhadap dinamika pasar.
Menurutnya, partisipasi institusi domestik besar seperti Danantara tidak hanya membantu menumbuhkan likuiditas, tetapi juga bisa memperkuat kepercayaan investor di pasar modal.
“Ini tentu kabar baik. Semua langkah untuk meningkatkan likuiditas dan mengembalikan kepercayaan investor terus kita dukung,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Baca Juga: Kabar Baik! PNS Kemdiktisaintek Bisa Ajukan Pengakuan Tugas Belajar Tanpa Ribet
Meski begitu, Jeffrey mengingatkan bahwa menjadi liquidity provider di pasar modal bukan perkara sederhana. Ada sejumlah regulasi dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjaga integritas dan kesehatan pasar.
Salah satunya adalah memastikan bahwa kegiatan penyediaan likuiditas tetap berada dalam koridor fair trading, transparansi, dan tidak memanipulasi harga saham. BEI pun siap memberikan pendampingan kepada Danantara agar proses ini bisa berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Prabowo Tekankan Swasembada Pangan, Ajak Warga Tanam Cabai di Rumah
Langkah Danantara ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dan otoritas pasar modal untuk memperdalam struktur pasar keuangan nasional.
Dengan makin banyaknya liquidity provider, diharapkan transaksi saham menjadi lebih hidup, spread harga makin ketat, dan investor, baik lokal maupun asing, makin nyaman bertransaksi di Bursa Efek Indonesia.
Selain itu, kehadiran institusi domestik yang aktif juga menjadi sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi kuat untuk tumbuh berkelanjutan.
Baca Juga: Putin Umumkan Gencatan Senjata Sementara di Ukraina, Ajak Negosiasi Damai