INSIBERNEWS - Pemerintah Kota Solo terus menggenjot pembangunan dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ribuan anak sekolah.
Saat ini, Solo baru memiliki empat unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Jebres, Banjarsari, dan Laweyan.
Padahal, dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 140 ribu orang, dibutuhkan tambahan sekitar 45 dapur lagi agar program ini bisa berjalan maksimal.
Baca Juga: Mengintip Kisah Sukses UMKM Bali Nature yang Go Internasional Usai Terima Pemberdayaan BRI
Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Suardi Samiran, mengatakan peluang untuk mendirikan SPPG terbuka luas bagi masyarakat. Namun, tantangannya tidak sedikit.
Banyak calon mitra yang belum memenuhi persyaratan penting, mulai dari perlengkapan dapur yang belum memenuhi standar higienitas, hingga persoalan administrasi seperti kepemilikan rekening yayasan dan NPWP yang menjadi syarat mutlak.
Baca Juga: Kabar Baik! PNS Kemdiktisaintek Bisa Ajukan Pengakuan Tugas Belajar Tanpa Ribet
Beberapa inisiatif pembangunan dapur sudah berjalan di sejumlah titik, tetapi banyak yang belum layak pakai karena kekurangan alat makan dan dapur yang sesuai protokol kesehatan.
Pemerintah menekankan pentingnya standar ini, karena dapur MBG akan menjadi tumpuan ribuan anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari, sehingga tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas.
Baca Juga: Kim Jong-un Tegaskan Tentara Korea Utara di Rusia Adalah Pahlawan Sejati
Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi program ini. Ia mengklarifikasi bahwa dana pembangunan satu dapur SPPG berkisar Rp700 juta, bukan Rp1,5 miliar seperti rumor yang sempat berkembang.
Pemerintah Kota siap memberikan pendampingan penuh kepada masyarakat atau lembaga yang ingin berkontribusi dalam penyediaan dapur MBG.
Baca Juga: Suparta, Terpidana Kasus Korupsi PT Timah Meninggal Dunia di RSUD Cibinong
Dalam upaya memperluas jaringan dapur, Pemkot Solo juga tengah memfasilitasi pelibatan UMKM lokal untuk bergabung sebagai mitra secara kolektif. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat penyediaan dapur, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.