news

Krisis Pangan Gaza Memburuk: Anak-Anak Bertahan Hidup dari Bantuan yang Tertahan

Senin, 28 April 2025 | 13:49 WIB
Israel kembali lakukan serangan pada Gaza setelah gencatan senjata usai (Palestine Health Ministry)

INSIBERNEWS - Situasi di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Di tengah gempuran serangan Israel yang tiada henti, stok makanan di wilayah itu kini semakin menipis drastis.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, memperingatkan bahwa tingkat kelaparan terus meningkat di antara warga, yang kini sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk sekadar bertahan hidup.

Baca Juga: Oknum Polisi Terlibat Perampokan Minimarket di Pati, Satu Tersangka Lainnya Ditangkap

Dalam keterangan resminya, UNRWA menyebutkan bahwa harapan terbesar warga Gaza, termasuk anak-anak, saat ini bertumpu pada organisasi-organisasi amal yang berusaha keras mengirimkan bantuan. Namun, kenyataan di lapangan tak semudah harapan itu. Bahkan, pasokan dasar seperti tepung—yang menjadi bahan pokok utama—sudah nyaris habis dalam pekan ini.

"Hampir 3.000 truk berisi bantuan dari UNRWA sudah siap bergerak masuk ke Gaza," ungkap pihak UNRWA. "Tetapi pengepungan harus segera diakhiri agar bantuan ini bisa benar-benar sampai."

Baca Juga: KPK Geledah Lokasi di Kalbar Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang di Dinas PU Mempawah

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, mengungkapkan dengan nada prihatin bahwa kelaparan di Gaza kini bukan hanya masalah kemanusiaan, melainkan juga telah menjadi persoalan politik. Menurutnya, Israel secara sengaja memperlambat atau bahkan menghalangi masuknya pasokan makanan dan kebutuhan penting lainnya.

"Ini bukan lagi soal logistik semata. Ini kelaparan yang dipolitisasi," kata Lazzarini dengan tegas.

Baca Juga: 29 WNI Dipulangkan dari Filipina Terkait Kasus Judi Online dan Scam, Polri Akan Lakukan Pendalaman

Krisis ini semakin parah sejak 2 Maret lalu, saat Israel memperketat blokade dengan menutup seluruh akses masuk ke Gaza, termasuk jalur bantuan medis dan pangan. Laporan dari berbagai lembaga HAM dan organisasi internasional memperkuat gambaran betapa parahnya kondisi ini: rumah sakit kekurangan obat, anak-anak mengalami malnutrisi berat, dan ribuan keluarga harus mencari sisa-sisa makanan di reruntuhan.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Korban Mobil Terjun ke Sungai Lae Kombih, Satu Korban Ditemukan Tewas

Di tengah situasi yang semakin genting ini, suara-suara mendesak gencatan senjata dan pembukaan akses bantuan terus menggema dari berbagai belahan dunia. Namun di Gaza sendiri, warga hanya bisa berharap bahwa bantuan yang sudah menunggu di perbatasan itu akhirnya benar-benar bisa masuk—sebelum semuanya terlambat.

Tags

Terkini