INSIBERNEWS - Sebuah kejadian yang menghebohkan publik terjadi di tengah sidang Forum Permanen PBB tentang Isu-isu Masyarakat Adat (UNPFII) ke-24, yang berlangsung baru-baru ini.
Dalam forum yang seharusnya menjadi ruang diskusi tentang pemberdayaan masyarakat adat, sekelompok individu tak dikenal mengacungkan kertas bertuliskan "Free Aceh", "Free Papua", dan "Free Maluku".
Aksi ini langsung mendapat sorotan tajam, terutama dari pemerintah Indonesia yang mengecam keras tindakan tersebut.
Baca Juga: Memperingati Hari Bumi, Jakarta Bakal Padamkan Listrik Serentak Selama 1 Jam Malam ini
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Roy Soemirat, dengan tegas menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan penyalahgunaan forum internasional yang seharusnya digunakan untuk tujuan positif.
Menurut Roy, forum PBB tersebut seharusnya menjadi ajang diskusi tentang pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat adat, bukan tempat untuk menyuarakan agenda yang bersifat separatis dan provokatif.
"Tindakan seperti ini sangat merusak etika global dan menghina nilai-nilai yang ada dalam forum internasional," ujar Roy dalam keterangan resmi.
Aksi tersebut segera ditanggapi oleh pihak keamanan PBB, yang bertindak cepat dengan menyita selebaran yang dibawa oleh para pelaku dan memberikan peringatan keras kepada mereka.
Tindakan tersebut dinilai sangat serius mengingat forum PBB adalah sebuah tempat yang dihormati oleh banyak negara dan memiliki peran penting dalam pembahasan isu-isu global.
Keamanan PBB memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang dan akan lebih memperketat pengawasan di acara-acara besar di masa depan.
Baca Juga: Dikebumikan dengan Sederhana, Paus Fransiskus Dimakamkan Hari ini
Pemerintah Indonesia, melalui pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri, menegaskan bahwa negara ini tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip kedaulatan negara dan integritas wilayah.
Indonesia menolak segala bentuk tindakan atau provokasi yang dapat merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).