news

PBB Desak Israel Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan ke Stafnya di Gaza

Sabtu, 26 April 2025 | 09:00 WIB
Sekjen PBB - Antonio Guterres (Foto : WSJ)

INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menyuarakan tuntutan terhadap Israel untuk bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada 19 Maret 2025 lalu di Jalur Gaza.

Serangan tersebut menewaskan satu staf PBB dan menyebabkan sedikitnya lima orang lainnya terluka. Meskipun Israel telah mengakui serangan tersebut dan menyerahkan hasil penyelidikan mereka, PBB menilai pengakuan itu tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan.

Baca Juga: Sah! Maruarar Sirait Umumkan Aturan Baru, Gaji 14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan hasil investigasi dari otoritas Israel, dan mengapresiasi sikap yang lebih terbuka serta transparan dibandingkan sebelSubsid

Namun, ia menegaskan bahwa transparansi tanpa tindak lanjut yang jelas hanya akan menjadi formalitas belaka.

Menurutnya, diperlukan langkah konkret dalam bentuk pertanggungjawaban nyata atas serangan tersebut, juga terhadap berbagai insiden lain yang melibatkan kematian staf PBB dan kerusakan fasilitas kemanusiaan di Gaza.

Baca Juga: Panduan Lengkap Perawatan Baterai Laptop: Agar Tidak Cepat Rusak

Dujarric menyampaikan bahwa bom yang menghantam rumah tamu PBB di Gaza berasal dari Israel, dan lokasi fasilitas tersebut seharusnya sudah diketahui oleh militer Israel.

Karena itu, PBB merasa cukup yakin akan kronologi kejadian dan mendesak agar pihak yang bertanggung jawab diberi sanksi. Ia menekankan bahwa hukum humaniter internasional harus dipatuhi sepenuhnya, termasuk dalam hal perlindungan terhadap warga sipil dan tenaga kemanusiaan.

Baca Juga: Pemindahan Pegawai ASN BIN ke IKN Siap Dimulai Juni 2025

Selain menyoroti serangan tersebut, PBB juga menyinggung memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza yang diperparah oleh blokade bantuan.

Dujarric menyampaikan kekhawatiran berdasarkan laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), yang menunjukkan bahwa Gaza hampir kehabisan pasokan penting.

Anak-anak mulai kelaparan, layanan medis lumpuh, dan banyak warga terpaksa bertahan hidup hanya dengan kebutuhan pokok yang sangat minim.

Baca Juga: Tuntutan Purnawirawan TNI Minta Gibran Mundur, Prabowo Minta Publik Tak Ikut Gaduh

Halaman:

Tags

Terkini