news

Gaikindo Soroti Gangguan Ormas di Kawasan Industri: Sudah Berlangsung Sejak 1990an

Jumat, 25 April 2025 | 14:07 WIB
Ilustrasi Premanisme (Foto : iStockphoto)

INSIBERNEWS - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya angkat bicara soal maraknya gangguan dari oknum organisasi masyarakat (ormas) yang kerap menimbulkan keresahan di kawasan industri otomotif.

Aksi-aksi tersebut, yang menurut pelaku industri sudah menyerupai praktik premanisme, ternyata bukan fenomena baru. Bahkan, menurut Gaikindo, masalah ini telah berlangsung sejak dekade 1990-an dan semakin terasa sejak era reformasi 1998.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Strategi RI di Tengah Arah Baru Diplomasi Ekonomi AS

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa sejak lama berbagai perusahaan otomotif menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok tertentu yang mengatasnamakan ormas, dengan dalih membantu, namun justru sering memunculkan intimidasi.

"Gangguan seperti ini sudah kami alami cukup lama, bahkan sejak era reformasi. Tapi kami tidak tinggal diam. Saat ini, kami sedang berupaya keras mencari solusi dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Kukuh saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga: Paula Verhoeven Bagikan Alasan Dirinya Bertahan dengan Baim Wong Meski Kerap Muncul Gesekan Diawal Rumah Tangga

Ia menjelaskan bahwa Gaikindo secara aktif telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah guna menciptakan situasi yang kondusif bagi seluruh pelaku industri.

Produsen otomotif, baik yang sudah memiliki pabrik maupun yang sedang dalam tahap pembangunan fasilitas baru, disebut Kukuh, telah mengambil langkah antisipatif demi melindungi investasi dan kelangsungan operasional mereka.

Baca Juga: Ahmad Dhani Dilaporkan Rayen Pono ke Polisi, Dul Jaelani Ungkap Didikan Ayahnya Soal Mengcover Lagu Hingga Perjuangan Sang Ayah

Kukuh juga menegaskan bahwa keberlangsungan investasi otomotif di Indonesia sangat tergantung pada stabilitas dan rasa aman di lingkungan industri. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menurunkan minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Karena itu, peran aktif pemerintah pusat hingga daerah sangat krusial dalam menertibkan oknum-oknum yang meresahkan tersebut.

Baca Juga: Debt Collector Rusuh di Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Kapolda Riau Murka, Kapolsek Dicopot, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Lebih jauh, Gaikindo berharap adanya dukungan sistemik dan regulasi yang tegas dari pemerintah untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan dunia usaha. Menurut Kukuh, kawasan industri seharusnya menjadi tempat yang aman, produktif, dan profesional.

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik, apalagi industri otomotif punya potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Tags

Terkini