INSIBERNEWS - Isu dugaan kekerasan terhadap mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari terus menjadi perhatian publik, khususnya di media sosial.
Salah satu cerita yang paling banyak menyedot perhatian datang dari Butet, eks pemain sirkus yang mengaku pernah dipisahkan dari anak kandungnya selama bekerja di OCI.
Bersama beberapa rekan lainnya, Butet bahkan dikabarkan telah mengadukan pengalaman pahit tersebut ke Komnas HAM.
Baca Juga: Kisruh Dugaan Kekerasan di Sirkus OCI: Eks Pemain Klaim Jadi Korban, Pendiri Angkat Bicara
Menanggapi hal itu, Tony Sumampau selaku salah satu pendiri OCI Taman Safari akhirnya buka suara dalam sebuah wawancara dengan Deddy Corbuzier yang tayang di kanal YouTube. Deddy langsung menanyakan tudingan yang menyebut anak Butet dipisahkan secara paksa.
Tony pun membantah keras tuduhan tersebut, dan justru mengatakan bahwa pihaknyalah yang selama ini mengurus anak Butet sejak lahir karena ibunya, menurut Tony, enggan mengurus.
Tony menjelaskan bahwa saat Butet melahirkan di RS Immanuel Bandung, pihak sirkus yang mengurus seluruh keperluan medis. Setelah itu, karena kondisi lingkungan sirkus yang dinilai tidak layak bagi bayi, sang anak pun dititipkan ke rumah ibunya Tony di kawasan Pondok Indah, Jakarta.
Di sana, anak tersebut tumbuh bersama anak-anak Tony tanpa dibedakan, ungkapnya.
Baca Juga: KPK Dalami Rekayasa Pengadaan Iklan Bank BJB, Dugaan Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Lebih lanjut, Tony juga mengungkapkan bahwa selama masa pertumbuhan anak itu hingga menginjak usia remaja, Butet disebut tidak pernah secara langsung mengurus ataupun menjalin hubungan sebagai ibu dan anak.
Bahkan hingga anaknya lulus SMP dan menikah di usia 16 tahun, Butet dikatakan hanya melihat dari jauh dan tidak ingin dikenali sebagai ibu kandung.
Baca Juga: Geger! Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Serang, Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu 24 Jam
Pernyataan Tony ini menambah panjang perdebatan publik terkait isu kekerasan dan pemisahan anak di lingkungan kerja sirkus. Sementara pihak korban mengklaim ada tindakan tidak manusiawi, pihak sirkus justru merasa telah melakukan hal yang benar.