news

Indonesia–Malaysia Kolaborasi Susun Kurikulum Agama Moderat, Siap Cetak Generasi Inklusif

Senin, 21 April 2025 | 15:58 WIB
Indonesia–Malaysia Kolaborasi Susun Kurikulum Agama Moderat (Foto : net)

 

INSIBERNEWS - Indonesia dan Malaysia berencana memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan keagamaan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi, di Istana Wapres, Jakarta, pada Senin (21/4).

 Baca Juga: Serangan Udara AS Guncang Sana’a dan Pelabuhan Yaman, Puluhan Nyawa Melayang

Nasaruddin menekankan bahwa kedua negara punya banyak kesamaan mendasar, mulai dari populasi mayoritas Muslim hingga kesamaan mazhab, yakni Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan dominasi mazhab Syafi’i.

“Kesamaan ini jadi fondasi kuat untuk menyusun kurikulum pendidikan keagamaan yang tidak hanya saling melengkapi, tapi juga merefleksikan semangat moderasi Islam di Asia Tenggara,” jelasnya.

 Baca Juga: Dunia Berduka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia Di Usia di 88 Tahun

Konsep moderasi yang diusung oleh kedua negara adalah jalan tengah yang tidak terjebak pada ekstremisme, baik liberal maupun radikal.

Pendidikan agama yang inklusif dan mencerahkan menjadi fokus utama, sejalan dengan komitmen menciptakan masyarakat Muslim yang toleran, terbuka, dan berpikiran maju.

“Kami ingin membentuk sistem pendidikan agama yang membangun, bukan membatasi,” ujar Menag.

 Baca Juga: Di Tengah Isu Perceraian, Kuasa Hukum Baim Ungkap Paula Verhoeven Alami Penyakit Kritis

Kurikulum bersama yang sedang dirancang ini diharapkan bisa menjadi referensi di tingkat kawasan. Menurut Nasaruddin, upaya ini bukan hanya akan menyelesaikan tantangan internal di masing-masing negara, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial dan keberagaman di wilayah Asia Tenggara.

 Baca Juga: Tragis! Ternyata Begini Kronologi Kematian Wanita Serang yang Ditemukan Tanpa Kepala

Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno turut menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia–Malaysia akan diperluas ke bidang pendidikan vokasi melalui program TVET (Technical and Vocational Education and Training).

Bahkan, Malaysia berencana mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia, sebagai bagian dari sinergi penguatan SDM di kawasan.

Tags

Terkini