news

Serangan Udara AS Guncang Sana’a dan Pelabuhan Yaman, Puluhan Nyawa Melayang

Senin, 21 April 2025 | 15:49 WIB
Serangan Udara AS Guncang Sana’a dan Pelabuhan Yaman (Foto : ANADOLU)

INSIBERNEWS - Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah padat penduduk dan pasar tradisional di pusat ibu kota Yaman, Sana’a.

Informasi tersebut disampaikan oleh otoritas kesehatan yang dikelola kelompok Houthi, seperti dikutip dari Sputnik pada Senin (21/4).

Baca Juga: Dunia Berduka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia Di Usia di 88 Tahun

Dalam pernyataan resmi, otoritas Houthi menyebut bahwa serangan tersebut menargetkan distrik Farwa, kawasan yang dikenal padat dengan permukiman warga sipil.

"Data awal menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa dalam agresi ini mencapai 12 orang tewas dan 30 orang lainnya luka-luka," tulis mereka.

Hingga kini, tim penyelamat dan ambulans masih berjibaku menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban selamat maupun jenazah yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Lee Min Ho Bikin Heboh Fan Meeting Jakarta, Bocorkan Film Baru dan Ngaku Penasaran Sama Bekasi

Tak hanya di Sana’a, serangan udara AS juga mengguncang pelabuhan minyak Ras Isa di provinsi Al Hudaydah, wilayah barat Yaman.

Serangan mematikan tersebut dilaporkan menewaskan hingga 80 orang dan menyebabkan lebih dari 150 lainnya luka-luka.

Sebagian besar korban adalah pekerja pelabuhan dan petugas yang tengah berjaga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Tragis! Ternyata Begini Kronologi Kematian Wanita Serang yang Ditemukan Tanpa Kepala

Stasiun televisi Al Masirah, yang pro-Houthi, turut menyiarkan kekacauan pasca serangan. Terlihat warga sipil berlarian menyelamatkan diri, sementara para tenaga medis dan relawan menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi korban dari wilayah yang hancur.

Beberapa saksi mata menyebut ledakan terasa sangat dahsyat dan mengguncang bangunan hingga radius beberapa kilometer.

Baca Juga: Kasus Pelecehan di Kalangan Calon Dokter Spesialis Jadi Sorotan, Menkes: Rekrutmen Harus Lebih Ketat dan Transparan

Halaman:

Tags

Terkini