INSIBERNEWS – Suasana tenang di kawasan Jalan Kedung Rukem mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis dini hari, saat sebuah rumah tiga lantai dilalap si jago merah.
Dalam peristiwa tragis ini, seorang ayah dan anaknya harus meregang nyawa karena terjebak di dalam bangunan yang terbakar.
Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi berbeda di dalam rumah tersebut.
Baca Juga: Isu Rusia Mau Tempatkan Pesawat Tempur di Papua Dibantah Keras oleh Kemlu dan Kemhan RI
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini, mengungkapkan bahwa korban pria berusia 69 tahun dengan inisial W ditemukan di tangga antara lantai satu dan dua. Sedangkan anaknya, SR (36), ditemukan tak jauh dari kamar di lantai dua.
“Korban ayah diduga kesulitan menyelamatkan diri karena tengah sakit dan tertidur di lantai dasar saat api mulai membesar,” jelas Rini saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Meta Hadapi Sidang Besar, Instagram dan WhatsApp Terancam Dipisah
Dari lima penghuni rumah saat kejadian, hanya tiga orang yang berhasil lolos dengan cara dramatis: melompat ke atap bangunan tetangga untuk menyelamatkan diri.
Tim gabungan dari Dinas Sosial, PMI, dan Inafis Polrestabes Surabaya telah mengevakuasi jenazah kedua korban ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses lebih lanjut.
Baca Juga: Pembangunan Tahap II IKN Resmi Dimulai, Rp48,8 Triliun Disiapkan untuk Wujudkan Kota Politik Baru
Kebakaran yang melanda rumah tersebut diduga kuat berasal dari lantai satu yang difungsikan sebagai toko kelontong sekaligus tempat usaha isi ulang air, penjualan gas elpiji, dan makanan beku.
“Area usaha ini memang jadi titik paling parah terbakar. Itu yang memperkuat dugaan sumber api berasal dari sana,” ujar Rini.
Total ada 15 unit armada pemadam yang diterjunkan, terdiri dari kendaraan tempur hingga tim penyelamat. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.37 WIB dan pembasahan selesai menjelang subuh, pukul 03.05 WIB.
Baca Juga: Sering Begadang? Hati-Hati, Ini 5 Tanda Otakmu Mulai Rusak!