news

Laris Manis Pada Saat Libur Lebaran, Warung Legendaris di Pasar Beringharjo Semakin Berkembang Diberdayakan BRI

Jumat, 11 April 2025 | 17:09 WIB
Laris Manis Pada Saat Libur Lebaran, Warung Legendaris di Pasar Beringharjo Semakin Berkembang Diberdayakan BRI (Dok. BRI )

INSIBERNEWS, Yogyakarta – Mencicipi kuliner merupakan sebuah kegiatan yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke suatu daerah.

Salah satu yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Yogyakarta adalah Warung Bu Sum, tempat makan legendaris di Pasar Beringharjo yang telah melayani pelanggan selama lebih dari enam puluh tahun.

Berkat keunikan cita rasa dan konsistensi kualitas, warung ini tetap dapat mempertahankan eksistensinya dan selalu dipadati oleh pengunjung meski telah berdiri sejak lama.

Baca Juga: Terungkap Setelah Wafat, Berikut Pesan Menyentuh Titiek Puspa untuk Generasi Muda Tanah Air

Udiyanti, penerus generasi ketiga dari Warung Bu Sum, menceritakan bahwa usaha ini dulunya merupakan tempat makan kecil biasa yang bahkan tidak memiliki nama.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, Warung Bu Sum kini semakin berkembang dan sukses meraih omzet hingga belasan juta rupiah.

Warung Bu Sum ini terkenal akan kuliner ‘Sate Kere’ yang terbuat dari sandung lamur (daging sapi dengan lapisan lemak) yang dibakar dengan bumbu rempah dan kecap.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas Lalu Melunak: Trump Naik-Turunkan Tarif Hingga 125 Persen, Ada Apa di Baliknya?

Tak hanya itu, ada juga menu lainnya yang tak kalah menggiurkan dan diminati oleh para pelanggan yang berkunjung, seperti gulai sapi hingga soto daging.

“Di sini memang makanannya khas Jawa semua. Kalau yang favorit ada sate kere yang terbuat dari daging sapi, tapi ada juga sate ayam, nasi gudeg, mangut lele, dan lainnya. Untuk jam operasionalnya sendiri mulai dari jam 6 pagi hingga 4 sore setiap harinya, karena kita masih ikut jam buka-tutup pasar,” ujar Udiyanti.

Adapun yang menarik, tempat makan yang satu ini masih mempertahankan cara memasak yang tradisional, yakni dengan menggunakan anglo kecuali untuk kuahnya.

Baca Juga: Selamat Jalan Penyanyi Legendaris Tanah Air, Titiek Puspa Meninggal Dunia Usai Alami Pendarahan Otak

Jika makan langsung di warung, para konsumen akan bisa mencium sendiri aroma rempah yang gurih dan nikmat yang bisa menambah selera makan.

Udiyanti juga bercerita bahwa usaha turun-temurun yang ditekuninya tersebut kini menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah setiap harinya, tak terkecuali ketika momen Lebaran tiba.

Halaman:

Tags

Terkini