news

Menjabat di Kabinet Trump, CEO Tesla Elon Musk Minta Donald Trump Batalkan Tarif Impor yang Berdampak ke Bisnisnya

Kamis, 10 April 2025 | 13:54 WIB
Elon Musk - Pemilik Tesla (Foto : LogoMyWay)

INSIBERNEWS - Kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, nampaknya menimbulkan gejolak di sektor industri, khususnya otomotif.

Terkait hal itu, Elon Musk yang saat ini menjabat di kabinet Trump dalam DOGE (Department of Government Efficiency) dikabarkan telah mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Trump untuk membatalkan tarif tersebut.

Sebagai sosok pemilik perusahaan kendaraan listrik, Elon Musk menjadi salah satu pihak yang bisnisnya ikut babak belur terdampak kebijakan Trump tersebut.

Baca Juga: BRI Tetapkan Cum Date pada 10 April 2025, Jangan Ketinggalan Kesempatan Dapatkan Dividen Rp31,4 Triliun

"CEO Tesla Elon Musk mengajukan permohonan langsung kepada Trump, namun tidak berhasil untuk membalikkan tarif selama akhir pekan lalu," tulis Washington Post dikutip pada Rabu 9 April 2025 dari CNN.

Baik pihak Gedung Putih maupun Musk belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Sebelumnya Musk telah menyatakan kekhawatiran atas dampak tarif terhadap perusahaannya.

“Penting untuk dicatat bahwa Tesla TIDAK tanpa cedera di sini. Dampak tarif terhadap Tesla masih signifikan,” ungkap Musk melalui unggahannya di X awal April 2025 lalu.

Baca Juga: Usai Pasang Ring di Jantung, Lakukan Hal Ini Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Bisnis Tesla diketahui mengalami penurunan usai Musk bergabung dengan pemerintahan Trump. Publik melakukan protes atas afiliasi politik Musk, yang bahkan menjalar ke tindakan vandalisme terhadap produk Tesla.

Selain itu, beban Musk makin berat setelah data Counterpoint Research mengungkap bahwa Tesla tertinggal dari BYD dalam pengiriman mobil listrik.

Pada kuartal pertama 2025, BYD mencatatkan pengiriman 416.388 unit, jauh di atas Tesla yang hanya mengirimkan 336.681 unit.***

Tags

Terkini