INSIBERNEWS - Lebaran 2025 kali ini dinilai sepi, sebuah fenomena yang tampaknya tercermin dari menurunnya perputaran uang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Setiap tahun menjelang Lebaran, Bank Indonesia (BI) selalu menyiapkan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Terutama untuk transaksi saat mudik dan perayaan Idul Fitri.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran di Indonesia Sangat Tinggi, Kemnaker Ungkap Akar Masalahnya
Namun, pada tahun ini, meskipun BI telah menyiapkan uang sebesar Rp180,9 triliun, ternyata tidak semua uang tersebut berhasil diedarkan dengan baik.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (29/3/2025), menurut data terakhir dari Bank Indonesia (BI), meskipun uang layak edar (ULE) yang disiapkan mencapai Rp180,9 triliun, hanya 37% dari jumlah tersebut yang berhasil diedarkan hingga Senin (17/03).
Hal ini menandakan penurunan signifikan dalam peredaran uang, yang biasanya mengalami lonjakan besar menjelang Lebaran.
Baca Juga: Wow! Muhammadiyah Masuk ke Daftar 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Situasi ini menggambarkan betapa rendahnya aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, BI juga mencatat bahwa meskipun uang yang disediakan cukup besar, peredaran uang masih terpusat di Pulau Jawa, yang mencakup sekitar 60% dari total peredaran uang nasional.
Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi uang di luar Pulau Jawa, yang mungkin mengindikasikan bahwa masyarakat di luar Jawa kurang aktif atau kesulitan dalam mengakses uang tersebut.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan perputaran uang ini antara lain adalah ketidakpastian ekonomi, daya beli yang menurun, serta banyaknya masyarakat yang memilih untuk tidak mudik atau mengurangi pengeluaran selama Lebaran.
Banyak orang yang merasa tertekan akibat pengeluaran yang semakin membengkak, terutama dengan adanya PHK dan inflasi yang mempengaruhi daya beli masyarakat.