Yang bikin banyak orang nggak habis pikir:
- Kenapa proses pemakaman buru-buru? Jarak Semarang-Purbalingga hampir 200 km, tapi jenazah langsung dikubur dalam hitungan jam.
- Apa motif Brigadir AK? Apakah ada masalah keluarga atau hal lain yang memicu tragedi ini?
- Benarkah ini pembunuhan berencana? Bukti apa saja yang mengarah ke sana?
Baca Juga: Ribuan Aduan THR Masuk ke Kemnaker, Ratusan Perusahaan Diduga Mangkir
Apa Langkah Selanjutnya?
Penyidik masih terus mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti pembunuhan berencana, hukuman untuk Brigadir AK bisa jauh lebih berat.
Sementara itu, publik terus menunggu keadilan untuk bayi malang yang nggak sempat menikmati hidupnya.