Sayangnya, respon dari militer sangat brutal. Demonstrasi tersebut dihadapi dengan kekerasan yang luar biasa, yang berujung pada pembantaian sekitar 5.000 orang, yang tewas dalam aksi represif tersebut.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold7 Hadir dengan Kamera 200 MP dan Under-Display Camera! Intip Spesifikasinya
Kekerasan ini menunjukkan seberapa besar dominasi dan kekuatan militer dalam mengontrol negara, bahkan dengan cara yang sangat kejam.
Akibat dari militerisme yang berlangsung selama puluhan tahun ini, ekonomi Myanmar mengalami kerusakan parah.
Sektor-sektor penting seperti pertanian, industri, dan infrastruktur negara tidak berkembang dengan baik, sementara rakyat Myanmar menderita akibat ketidakadilan dan ketidakstabilan politik yang ditimbulkan oleh pemerintahan militer.***