Kilas Balik Militerisme yang Membuat Ekonomi Myanmar Hancur, Kok Bisa?

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Rabu, 19 Maret 2025 | 13:16 WIB
Ekonomi Negara Myanmar pernah hancur akibat militerisme (Instagram @ngomonginuang)
Ekonomi Negara Myanmar pernah hancur akibat militerisme (Instagram @ngomonginuang)

INSIBERNEWS - Myanmar, yang pernah merdeka pada 1948, mengalami kudeta militer pada tahun 1962, hanya 14 tahun setelah meraih kemerdekaan.

Saat itu, angkatan bersenjata Myanmar, yang dikenal dengan nama Tatmadaw, menggulingkan pemerintahan demokrasi sipil yang ada.

Alasan utama di balik kudeta ini adalah anggapan bahwa pemerintah sipil pada saat itu dinilai lemah dan tidak mampu mengatasi berbagai tantangan.

Baca Juga: Adakan Konferensi Pers, Sri Mulyani Tegaskan Tidak Jadi Mundur dari Kabinet Merah Putih?

Terutama dalam menghadapi konflik etnis yang berlarut-larut di Myanmar.

Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (19/3/2025), Tatmadaw mengambil alih kendali penuh atas negara dan menerapkan rezim otoriter.

Seluruh struktur kekuasaan militer di Myanmar dikuasai oleh angkatan bersenjata, dengan Tatmadaw yang menjadi penguasa utama.

Baca Juga: Komitmen Nyata BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan dengan Kegiatan Ramah Lingkungan dan Berdampak Sosial

Selain itu, militer juga mengendalikan seluruh sektor ekonomi Myanmar, yang mengarah pada ketergantungan negara terhadap militerisme.

Keputusan-keputusan ekonomi diambil oleh militer, yang berfokus pada keuntungan mereka sendiri.

Sementara kesejahteraan rakyat dan pembangunan negara sering kali terabaikan.

Baca Juga: Israel Bombardir Gaza dengan Serangan Udara Terbesar, 404 Orang Terbunuh

Pada tahun 1988, ketidakpuasan terhadap pemerintahan militer memuncak.

Warga Myanmar turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi besar-besaran menentang rezim militer.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X