news

Serangan AS ke Yaman Tewaskan Puluhan Warga, Militer Yaman Bersumpah Balas Dendam

Senin, 17 Maret 2025 | 15:05 WIB
Serangan AS ke Yaman Tewaskan Puluhan Warga (Foto : REUTERS/KHALED ABDULLAH)

INSIBERNEWS - Militer Yaman mengecam keras serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat di sejumlah wilayah negara itu pada Sabtu malam.

Mereka menuduh serangan tersebut sebagai bentuk dukungan Washington terhadap Israel dan bersumpah akan memberikan balasan yang "menyakitkan" terhadap apa yang mereka sebut sebagai rezim kriminal.

Baca Juga: Protes Besar di Serbia, Ratusan Ribu Orang Tuntut Keadilan atas Tragedi Runtuhnya Stasiun

Serangan udara dan laut yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump menargetkan Ibu Kota Sana'a serta beberapa provinsi lainnya, termasuk Sa'ada, Dhamar, Hajjah, dan al-Bayda.

Akibatnya, sedikitnya 31 orang tewas, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Aksi ini memicu kemarahan di Yaman, dengan banyak pihak menilai bahwa Washington sengaja menyerang warga sipil untuk melemahkan perlawanan terhadap Israel.

Baca Juga: Kabar Baik! Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dipercepat, Ini Jadwalnya

Dewan Politik Tertinggi Yaman menyatakan bahwa serangan ini justru menunjukkan kegagalan AS dalam menghadapi konfrontasi secara langsung.

Mereka menegaskan bahwa agresi semacam ini tidak akan menghalangi rakyat Yaman dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina di Gaza, melainkan justru akan semakin meningkatkan eskalasi di kawasan.

"Hukuman untuk para agresor yang melawan Yaman akan dieksekusi secara profesional dan menyakitkan," tegas dewan tersebut.

Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa Kelas 5 SD Bisa Belajar AI dan Coding!

Serangan AS ini terjadi setelah Yaman berjanji akan menargetkan kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Israel di perairan Laut Merah dan Laut Arab.

Langkah tersebut merupakan bentuk respons atas blokade ketat Israel terhadap Gaza, yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Washington menuding tindakan Yaman sebagai ancaman bagi kepentingan global, sementara Yaman bersikeras bahwa mereka hanya berupaya menekan Israel agar menghentikan agresinya terhadap Palestina.

Baca Juga: Gen Z Didorong Stop Boros Pangan, Bapanas: Ini Berdampak ke Ekonomi dan Lingkungan!

Halaman:

Tags

Terkini