news

PM Inggris Sindir Putin: Tak Serius Bahas Gencatan Senjata dengan Ukraina

Minggu, 16 Maret 2025 | 16:23 WIB
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menuding Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak sungguh-sungguh dalam menanggapi rencana gencatan senjata di Ukraina.

Starmer menilai Kremlin hanya mempermainkan negosiasi damai yang diusulkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: OTT KPK di OKU: Kepala Dinas PUPR dan Anggota DPRD Terjaring, Uang Rp2,6 Miliar Diamankan

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara yang dikutip dari BBC, di mana ia menekankan bahwa sikap Rusia yang mengabaikan proposal tersebut menunjukkan bahwa Putin tidak benar-benar ingin mengakhiri konflik.

"Kita tidak bisa membiarkan Presiden Putin bermain-main dengan kesepakatan yang diajukan oleh Presiden Trump. Pengabaian Kremlin terhadap usulan gencatan senjata hanya membuktikan bahwa Putin tidak serius tentang perdamaian," ujar Starmer.

Baca Juga: Karier Kim Soo Hyun Makin Merosot, Satu per Satu Brand Besar Putuskan Kontrak

Pernyataannya ini muncul setelah Putin sebelumnya menyatakan keterbukaan terhadap gagasan gencatan senjata di Ukraina, namun tetap memberikan syarat yang belum jelas.

Dalam konferensi persnya, Putin mengatakan bahwa "masih ada pertanyaan" yang harus dibahas terkait gencatan senjata tersebut.

Baca Juga: Skandal Kim Soo Hyun & Kim Sae Ron: Foto Bocor, Keluarga Tuntut Pengakuan & Permintaan Maaf

Pernyataan Putin yang terkesan abu-abu ini memicu skeptisisme dari berbagai pihak, termasuk Inggris. Starmer menegaskan bahwa jika Rusia benar-benar bersedia untuk duduk di meja perundingan, maka dunia internasional harus siap untuk mengawasi jalannya gencatan senjata.

"Jika Rusia akhirnya bersedia melakukan negosiasi, maka kita harus memastikan bahwa gencatan senjata yang terjadi bukan hanya sekadar manuver politik, tetapi perdamaian yang nyata dan berkelanjutan," tambahnya.

Baca Juga: Hadir di GBK! Cobain Beragam Aktivitas Seru di Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, berbagai upaya gencatan senjata dan negosiasi damai telah dilakukan, namun semuanya menemui jalan buntu.

Inggris, bersama sekutu NATO lainnya, terus mendukung Ukraina baik secara militer maupun diplomatik.

Halaman:

Tags

Terkini