INSIBERNEWS - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dikabarkan telah meminta maaf kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait insiden pertengkaran di Oval Office, Gedung Putih.
Permintaan maaf tersebut disampaikan menjelang pertemuan delegasi AS dan Ukraina di Arab Saudi.
Baca Juga: Singapura Siapkan Bantuan Rp74 Juta per Bulan bagi Pengangguran, Berlaku hingga 6 Bulan
Namun, di tengah kabar tersebut, sejumlah media Amerika melaporkan bahwa Trump justru menginginkan Zelensky turun dari jabatannya sebagai Presiden Ukraina.
Laporan ini menambah spekulasi terkait hubungan kedua negara di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.
Baca Juga: Begini Cara Sutradara Preman Pensiun, Aris Nugraha Menghukum Pemainnya yang Bermasalah
Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengungkapkan dalam wawancara dengan Fox News bahwa Washington berharap dapat mencapai "kemajuan substansial" dalam pembicaraan dengan Kyiv.
Salah satu fokus utama pertemuan adalah kesepakatan material tanah jarang, yang diyakini memiliki nilai strategis bagi kedua negara.
Baca Juga: Bareskrim Ungkap Praktik Curang MinyaKita, 10.560 Liter Minyak Disita
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun pemerintah Ukraina mengenai permintaan maaf Zelensky maupun klaim mengenai tekanan agar ia mundur dari jabatannya.
Namun, kabar ini semakin memperjelas dinamika hubungan AS dan Ukraina di bawah kepemimpinan Trump.
Baca Juga: Kejagung Tanggapi Isu Grup WA 'Orang-Orang Senang' dalam Kasus Korupsi Pertamina
Sementara itu, pertemuan delegasi AS dan Ukraina di Arab Saudi diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua negara, terutama dalam kerja sama ekonomi dan geopolitik di kawasan.