INSIBERNEWS - Sejumlah kontraktor minyak ditolak oleh pihak Pertamina.
Fakta ini muncul ketika mencuatnya isu pihak Pertamina lakukan oplos Pertamax.
Keri arang dugaan oplos Pertamax yang dilakukan oleh Pertamina tentu sangat merugikan masyarakat.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (26/2/2025), Pertamina melakukan penolakan terhadap sejumlah kontraktor dengan alasan kualitasnya tidak memenuhi standar.
Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan bahwa seluruh produk yang diproduksi memenuhi standar kualitas yang tinggi.
Baik dari segi kandungan minyak maupun tingkat kebersihan dan keamanan.
Sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia, Pertamina memiliki komitmen kuat terhadap kualitas produk minyak yang diproduksi dan didistribusikan.
Penolakan terhadap kontraktor ini bertujuan untuk mencegah potensi masalah yang bisa muncul akibat penggunaan minyak dengan kualitas rendah.
Karena dapat berisiko merusak peralatan, mempengaruhi efisiensi, dan bahkan membahayakan keselamatan dalam proses produksi.
Dengan langkah ini, Pertamina menunjukkan ketegasan dalam menjaga standar operasional yang ketat.
Demi memastikan setiap tahapan dalam rantai pasokan energi berjalan lancar dan aman.
Selain itu, Pertamina berusaha menghindari potensi kerugian yang dapat timbul akibat penggunaan bahan baku yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Melalui kebijakan ini, Pertamina terus berupaya untuk memberikan produk minyak berkualitas tinggi kepada konsumen.