INSIBERNEWS - ASEAN tengah bersiap untuk menggelar pertemuan khusus dengan Amerika Serikat (AS) guna membahas kebijakan tarif yang berpotensi mempengaruhi perdagangan di kawasan.
Langkah ini diambil menyusul kebijakan tarif resiprokal yang tengah disiapkan AS untuk semua negara mitra dagangnya, termasuk negara-negara ASEAN.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif baru dari AS dapat berdampak signifikan pada sektor ekspor negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia.
Mengingat banyak negara ASEAN memiliki hubungan dagang yang erat dengan AS, wacana penyesuaian tarif ini bisa menjadi tantangan besar jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Vietnam Terancam Gelombang PHK Besar Jika AS Berlakukan Tarif Impor
“Ini bisa menjadi pukulan besar bagi ekonomi kawasan jika tidak diselesaikan segera. Oleh karena itu, ASEAN berencana menggelar pertemuan khusus dengan AS untuk mencari solusi terbaik,” ujar Hasan, seperti dikutip dari Bernama, Jumat (21/2/2025).
Baca Juga: AS Optimistis Capai Kesepakatan Dagang dengan China di Tengah Ancaman Perang Tarif
Malaysia sendiri merupakan salah satu negara ASEAN dengan volume ekspor tinggi ke AS. Jika kebijakan tarif resiprokal ini diterapkan tanpa kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, maka bukan tidak mungkin akan terjadi penurunan ekspor yang dapat berdampak pada perekonomian regional.
Baca Juga: China Gugat AS ke WTO, Kebijakan Tarif Trump Picu Ketegangan Dagang
ASEAN berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang adil dan saling menguntungkan.
Sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, ASEAN ingin memastikan bahwa hubungan dagang dengan AS tetap stabil tanpa hambatan tarif yang dapat merugikan kedua pihak.
Baca Juga: Trump Ancam Negara BRICS dengan Tarif 100 Persen jika Ciptakan Mata Uang Baru
Meski belum ada jadwal pasti kapan pertemuan akan digelar, para pemimpin ASEAN akan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah terbaik sebelum kebijakan tarif AS mulai diberlakukan.