INSIBERNEWS - PT Pertamina (Persero) melaporkan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di Indonesia hanya cukup untuk beberapa pekan ke depan.
Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI pada Kamis (20/2/2025).
Baca Juga: Jokowi Tak Hadir di Pelantikan Pramono - Rano, Namanya Disoraki!
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per 19 Februari 2025, stok LPG nasional tercatat berada di angka 14,63 hari secara coverage day.
"Berdasarkan data terakhir yang kami ambil dari sistem, untuk LPG saat ini berada di angka 14,63 hari. Namun, suplai LPG berikutnya sudah dalam perjalanan dan sedang menunggu proses pembongkaran," ujar Riva.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingin Wajib Militer Masuk Kurikulum SMA, Jadi Solusi Atasi Geng Motor?
Sementara itu, untuk stok BBM, Pertamina mencatat ketersediaan sebagai berikut:
- Minyak tanah (kerosin): 35,7 hari
- Pertalite: 21 hari
- Pertamax: 19 hari
- Pertamax Turbo: 23 hari
- Biosolar: 17,73 hari (karena ada pengurangan konsumsi di periode Ramadan dan Idul Fitri)
- Dex: 39,68 hari
- Avtur: 21 hari
Baca Juga: Lebaran 2025, BI Naikkan Batas Penukaran Uang Baru Jadi Rp4,3 Juta per KTP
Riva menambahkan, permintaan LPG diperkirakan akan meningkat sekitar 6,7 persen selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Oleh karena itu, Pertamina berupaya memastikan pasokan tetap terjaga dengan melakukan pemantauan dan distribusi yang optimal.
Baca Juga: Kurangi Kemacetan Mudik, Menhub Usulkan ASN Bisa Work From Anywhere Jelang Lebaran
Dengan proyeksi peningkatan konsumsi yang cukup signifikan, masyarakat diimbau untuk membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta menghindari panic buying.