INSIBERNEWS - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyoroti besarnya potensi ekonomi biru di Indonesia.
Menurutnya, jika sektor ini dikembangkan dengan optimal, Indonesia bisa menjadi pemimpin dunia dalam pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Baca Juga: Erick Thohir Ajak Pekerja Migran Menabung di Bank Emas: Aman dan Stabil!
“Saya melihat bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah menjalankan program yang sangat baik, terutama dalam hal konservasi laut dan terumbu karang. Perannya dalam mengurangi emisi CO₂ bahkan bisa lima kali lebih besar dibandingkan daratan,” ujar Anindya dalam acara Indonesia Economic Summit 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: Yoon Suk Yeol Hadiri Sidang Perdana, Ribuan Pendukung Tuntut Pembebasan
Ia menekankan bahwa ekonomi biru memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui perhitungan nilai karbon yang bisa diselamatkan dari sektor kelautan, yang diperkirakan mencapai Rp300 triliun di masa depan.
Baca Juga: Pramono Anung Soroti Kedamaian Anies-Ahok: Jakarta Butuh Kebersamaan
Selain itu, Anindya juga menyoroti potensi besar dalam industri perikanan Indonesia. Ia menyebutkan bahwa udang, tuna, cumi, lobster, hingga rumput laut bisa menjadi andalan Indonesia untuk bersaing di pasar global.
“Kalau kita mengelola sektor ini dengan baik, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi juara dunia dalam ekonomi berbasis laut,” tambahnya.
Baca Juga: Pramono Anung-Rano Karno Dilantik, Megawati Titip Pesan soal Program Jakarta
Dengan kekayaan laut yang luar biasa, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam ekonomi biru.
Namun, hal ini membutuhkan dukungan kebijakan yang tepat, investasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan pemerintah.