news

Pria ASN KPU Buton Nekat Bergelantungan di Kabel Listrik Pantai Kamali Baubau Bak Spider man: Diduga Akibat Depresi

Kamis, 20 Februari 2025 | 09:58 WIB
ASN KPU Buton Nekat Bergelantungan di Kabel Listrik (Ig/@Adisetyawan211)

INSIBERNEWS - Di tengah riuhnya Pantai Kamali di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Senin malam (17/2/2025), sebuah kejadian aneh terjadi yang membuat warga sekitar terkejut. Seorang pria berinisial H (31) yang diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton, melakukan aksi berani dan sangat nekat.

Bagaimana tidak, pria ini tanpa rasa takut melompat dari kanopi sebuah hotel, lalu bergelantungan di kabel listrik—hanya mengenakan celana dalam. Tak hanya itu, dia sempat terjatuh dan babak belur setelah dihajar massa.

Aksi Nekat di Tengah Malam

Kejadian tersebut bermula saat pria yang diketahui berinisial H ini berlari di atas atap kanopi sebuah hotel yang berada di kawasan Pantai Kamali. Tiba-tiba saja, dia melompat dan bergelantungan di kabel listrik yang melintas di jalan tersebut. Bayangkan, tak ada pengaman atau pelindung sama sekali—sang pria hanya mengenakan celana dalam saat melakukan aksi tersebut.

Namun, naas bagi H, usahanya tidak berjalan mulus. Setelah beberapa saat bergelantungan di kabel listrik, pria ini akhirnya terjatuh dan jatuh ke tanah dengan cukup keras. Kejadian tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berusaha menghampirinya. Malang tak dapat ditolak, H sempat diamuk massa yang marah, hingga dia babak belur.

 Baca Juga: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Sebut Tren Kabur Aja Dulu Tunjukkan Tanda Kurang Cinta Tanah Air Indonesia, Benarkah?

Dugaan Depresi Jadi Penyebab

Setelah kejadian tersebut, H segera diamankan oleh pihak kepolisian setempat, Polsek Wolio, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis. AKP Abdul Rahmat, Kasi Humas Polres Baubau, menjelaskan bahwa pria tersebut diduga mengalami depresi yang menjadi pemicu dari aksinya. "Yang bersangkutan diduga mengalami depresi, saat ini kami sudah menyerahkan kepada keluarganya," ujar Abdul Rahmat dalam keterangannya.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa orang tua H telah datang mengunjungi anak mereka yang sedang dirawat di Rumah Sakit Palagimata di Kota Baubau. Kondisi mental H yang sedang terganggu menjadi faktor utama yang memengaruhi tindakannya yang sangat berisiko tersebut.

Dampak Depresi yang Bisa Menimpa Siapa Saja

Kejadian ini memberikan gambaran betapa seriusnya masalah kesehatan mental, seperti depresi, yang bisa dialami oleh siapa saja. Tanpa kita sadari, banyak orang yang menyembunyikan perasaan kesulitan atau tekanan hidup, bahkan hingga bertindak nekat seperti yang dialami oleh pria H.

Depresi, meskipun bukan penyakit fisik yang tampak secara langsung, bisa memengaruhi cara seseorang berpikir dan bertindak. Dalam kasus ini, tindakan H menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan kesehatan mental di masyarakat kita.

Jika ada orang di sekitar Anda yang terlihat sedang mengalami kesulitan emosional, sebaiknya memberikan dukungan dan membantunya mencari bantuan profesional. Sebab, dengan penanganan yang tepat, gangguan mental seperti depresi bisa disembuhkan.

 Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Sindir Masyarakat yang Mampu Beli Rokok Tapi Tak Bayar Iuran BPJS

Penutup

Peristiwa yang terjadi di Pantai Kamali Baubau ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih peka terhadap masalah kesehatan mental. Semoga kejadian ini tidak hanya menjadi perhatian warga sekitar, tetapi juga menjadi refleksi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar yang mungkin sedang berjuang dengan perasaan kesepian atau tertekan.

Ke depannya, penting bagi kita untuk lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. H, meski menjalani perawatan akibat kejadian tersebut, semoga bisa segera pulih dan menemukan kedamaian dalam dirinya.

Tags

Terkini