INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diragukan manfaatnya oleh Center of Economic and Law Studies (Celios).
Bahkan Celios menilai bahwa program MBG hanya memiliki pengaruh yang kecil pada masyarakat.
Ditambah lagi program MBG membutuhkan dana yang tidak sedikit hingga membuat Presiden Prabowo melakukan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Kini Diangkat Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Sempat Dapat Pangkat Letkol Tituler TNI AD
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube Celios (11/2/2025), Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar menilai negara kurang cerdas mengelola anggaran.
Pasalnya program MBG sangat mungkin dilaksanakan dengan tidak tepa sasaran.
Seperti contohnya, penerima manfaat MBG justru dari kalangan orang kaya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Sepakat Perpanjang Kontrak di Al Nassr, Tetap Berkiprah hingga 2026?
“Kami inginkan semangatnya lebih cerdaslah mengelola negara, anggaran diberikan hanya untuk program yang ada manfaatnya untuk masyarakat kecil,” ungkap Media Wahyudi Askar.
“MBG ini bermasalah luar biasa kalau seandainya dialokasikan semua ke semua orang,” lanjutnya.
Kemudian jalannya program MBG ini juga menggandeng pihak swasta.
Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!
Sehingga ada potensi kebocoran anggaran yang disebabkan oleh pihak swasta.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lakukan Sidak Dapur MBG di Rawamangun, Apa Tujuannya?
Aliansi Pelajar di Papua Tolak Program MBG hingga Demo Tuntut Pendidikan Berkualitas
Prioritaskan Program MBG, Presiden Prabowo Blokir Anggaran Pembangunan IKN?
Deddy Corbuzier Diangkat Jadi Staf Khusus Menhan! Usai Bela Program MBG, Kini Punya Peran Baru di Pertahanan?
Pemerintah Pangkas Anggaran Rp306,69 Triliun untuk Biayai MBG, Begini Skemanya