INSIBERNEWS - Setelah hampir sepekan pencarian, jurnalis Metro TV Sahril Helmi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Desa Sabatang, Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu (8/2).
Sahril menjadi salah satu korban dalam insiden ledakan speedboat milik Basarnas Ternate yang terjadi di Perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Baca Juga: Bahlil Yakin Menteri dari Golkar Aman di Kabinet, Tak Khawatir Isu Reshuffle
Jenazah Sahril pertama kali ditemukan oleh warga setempat, yang kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada tim jurnalis di Halmahera Selatan yang telah melakukan pencarian intensif selama enam hari terakhir. Saat ditemukan, Sahril mengenakan kaos hitam bertuliskan
"Wapena Maluku Utara", yang merupakan akronim dari Wartawan Peduli Bencana, komunitas wartawan bentukan BNPB.
Baca Juga: Mikrofon Mati di Rakernas Golkar, Bahlil: Jangan-jangan Ada Yang Belum Kebagian Gas!
Pihak kepolisian pun segera bergerak ke lokasi untuk memastikan identitas jenazah.
"Kami menerima laporan dari anggota Marnit Airud Bacan, dan saat ini sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban," ujar Dirpolairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Djuanda, Sabtu (8/2).
Baca Juga: MUI Tegaskan Haram bagi Orang Kaya Gunakan Elpiji 3 Kg & Pertalite Bersubsidi
Tragedi ini bermula dari ledakan yang terjadi pada Minggu (2/2) malam sekitar pukul 23.00 WIT. Speedboat RIB 04 yang digunakan oleh tim Basarnas tiba-tiba meledak saat berada di perairan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.
Ledakan tersebut mengakibatkan empat korban meninggal dunia, yakni Bharatu Mardi Hadji dari Ditpolairud Polda Malut, Fadli M Malagapi selaku PNS SAR Kota Ternate, honorer SAR Kota Ternate M Riski Esa, serta Sahril Helmi dari Metro TV.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lampung, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Kehilangan Sahril menjadi duka mendalam bagi dunia jurnalistik, khususnya di Maluku Utara. Rekan-rekan seprofesinya mengenang Sahril sebagai wartawan yang berdedikasi tinggi dalam meliput berbagai peristiwa, termasuk kejadian bencana.
Insiden ini pun menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Artikel Terkait
Dramatis! Gol di Menit Akhir Bawa Manchester United Singkirkan Leicester dari Piala FA
Amorim Belum Puas dengan Performa MU: Kami Harus Bermain Lebih Baik!
Trump Tutup USAID, Apa Saja Program Indonesia yang Terancam?
Sempat Lama Hiatus! BLACKPINK Mendadak Umumkan Konser Tahun 2025
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lampung, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Umrah Travel Fair 2025: Kolaborasi BRI dan Garuda Indonesia Beri Kemudahan Perjalanan Ibadah
MUI Tegaskan Haram bagi Orang Kaya Gunakan Elpiji 3 Kg dan Pertalite Bersubsidi
Geely Gandeng DeepSeek, AI Canggih Bakal Ubah Cara Kita Berkendara
Mikrofon Mati di Rakernas Golkar, Bahlil: Jangan-jangan Ada Yang Belum Kebagian Gas!
Bahlil Yakin Menteri dari Golkar Aman di Kabinet, Tak Khawatir Isu Reshuffle