INSIBERNEWS - Kepala Badan Pangan Nasional (Bappenas) Arief Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah hentikan penyaluran bansos beras.
Penghentian penyaluran bansos beras yang dilakukan pemerintah rencananya hanya berlangsung sementara.
Diketahui bahwa bansos beras diberikan oleh pemerintah kepada 16 juta masyarakat.
Baca Juga: 5 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga Negara Dipangkas Presiden Prabowo, Apa Saja?
Bansos Beras adalah salah satu program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Program ini memberikan bantuan berupa beras dengan jumlah tertentu, yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat yang terdampak krisis ekonomi atau bencana alam bisa lebih mudah mengakses pangan dan menjaga stabilitas kehidupan mereka.
Dipantau INsibernews dari pernyataan Aries Prasetyo, pihaknya menghentikan bansos dengan tujuan tertentu.
Yaitu untuk mendorong harga gabah di petani agar bisa naik dan harga bisa stabil.
“Untuk sementara Januari, Februari kami setop Bulog supaya kami bisa dorong harga gabah di petani itu bisa naik,” ungkap Arief Prasetyo.
Baca Juga: Pejabat Imigrasi Soetta Dicopot, Kemenko Hukum: Bagian dari Pembenahan!
Keputusan ini diambil dengan harapan terciptanya ketahanan pangan pada masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Pencairan Bansos Tertunda! Menteri Sosial Ikuti Arahan Kemendagri Terkait Pilkada, Masyarakat Khawatir Akan Dimanfaatkan untuk Kampanye
Wow! Cak Imin Minta Anggaran Bansos Ditambah hingga Rp100 Triliun
Bank Dunia Menilai Bansos Lebih Efektif Mengurangi Kemiskinan Dibandingkan Subsidi
Mulai dari Bansos hingga Bantuan Pendidikan, Menkeu Sri Mulyani Beberkan Kebijakan Prabowo untuk Masyarakat Miskin
Simak! Kemensos Tentukan Kriteria untuk Bisa Mendapatkan Bansos PKH, Siapa Saja?