Bersikap Optimis, BRI Mampu Tumbuh Berkelanjutan dengan Menjaga Kinerja Fundamental yang Solid

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 4 Februari 2025 | 17:00 WIB
BRI Optimis Tumbuh Berkelanjutan dengan Menjaga Kinerja Fundamental yang Solid (Dok. BRI )
BRI Optimis Tumbuh Berkelanjutan dengan Menjaga Kinerja Fundamental yang Solid (Dok. BRI )

INSIBERNEWS, Jakarta – Menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja fundamental yang solid, meski dihadapkan berbagai tantangan ekonomi.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mampu mempertahankan profitabilitas sekaligus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sunarso selaku Direktur Utama BRI menuturkan bahwa capaian positif tersebut mencerminkan daya tahan BRI yang kuat dalam menghadapi tantangan eksternal maupun internal.

Baca Juga: Bahlil Ngaku Dulu Jadi Sopir Angkot, Begini Respon 3 Menteri Prabowo Soal Usulan Pejabat Pakai Transportasi Umum

Serta menjadi bukti bahwa perusahaan mampu untuk tumbuh secara berkelanjutan.

“Jadi saya ingin tegaskan bahwa fundamental BRI itu masih sangat baik dan sangat solid. Faktanya adalah dalam situasi yang tidak mudah, kita itu masih berusaha untuk mempertahankan bahwa profitabilitas kita, laba kita sama dengan tahun lalu,” ujarnya dalam episode “BBRI Pilar Utama Perbankan Nasional: Peluang Besar di 2025” di kanal YouTube Hermanto Tanoko.

Kemudian, Sunarso pun menyoroti aspek terpenting dalam menjaga keberlanjutan operasional bank adalah kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR). 

Baca Juga: DPR Setujui Naturalisasi Tiga Pemain Sepak Bola Ole Romeny, Tim Geypens dan Dion Markx

Hal ini lantaran, CAR alias rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) BRI yang tinggi kian menunjukkan fondasi yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mitigasi risiko. 

Adapun, CAR BRI tercatat lebih dari 26%, jauh di atas threshold Basel III. Padahal, kata Sunarso, untuk menutupi segala risiko sesuai ketentuan, sebenarnya BRI hanya membutuhkan CAR sebesar 17,5%.

Direktur Utama BRI, Sunarso. (Dok. BRI )

“Dengan CAR 26%, itu berarti kami memiliki ruang lebih dari 7% untuk penggunaan modal. Ini menunjukkan bahwa selama lima tahun ke depan, berapa pun laba yang dihasilkan, BRI tidak perlu menahan laba untuk memperkuat modal dan berapapun laba BRI memang harus dibagi,” ujar Sunarso.

Sunarso juga menambahkan bahwa BRI turut menjaga kualitas aset sebagai langkah strategis untuk memastikan bisnis perusahaan tetap sustain dalam jangka panjang.

Baca Juga: KIP Kuliah 2025 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Tahapan Pendaftarannya!

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X