Krisis di Laut Merah, Mesir Alami Kerugian Fantastis dari Terusan Suez

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 08:07 WIB
Ilustrasi Mesir (Foto : Pikbest)
Ilustrasi Mesir (Foto : Pikbest)

 

INSIBERNEWS - Situasi konflik yang memanas di kawasan Laut Merah sepanjang tahun 2024 telah memberikan pukulan telak pada perekonomian Mesir.

Pendapatan dari Terusan Suez salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia merosot tajam hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka kerugian tersebut mencapai sekitar USD7 miliar atau setara Rp113 triliun.

 Baca Juga: Pastikan Perayaan Natal 2024 Lancar, Polres Purwakarta Laksanakan Patroli Pengamanan Tempat Ibadah

Kantor Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyampaikan bahwa penurunan drastis ini terungkap dalam pertemuan Presiden El-Sisi dengan Direktur Pelaksana Otoritas Terusan Suez, Laksamana Ossama Rabiee.

Dalam rapat itu, terungkap bagaimana konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman telah mengganggu lalu lintas pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Hal ini berdampak signifikan pada keberlanjutan perdagangan global yang bergantung pada jalur tersebut.

 Baca Juga: Harta Kekayaan Sherly Tjoanda, Calon Gubernur Maluku Utara yang Dinyatakan Menang oleh KPU dengan Suara 359.416

“Presiden El-Sisi telah menerima laporan terkait pendapatan Terusan Suez pada tahun 2024, yang mencatat penurunan lebih dari 60 persen dibandingkan tahun 2023. Ini berarti negara kehilangan hampir USD7 miliar,” demikian pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (26/12).

 Baca Juga: KPU Lampung Tetapkan Rahmat Mirzani Djausal Pemenang Pilgub Lampung 2024, Ternyata Segini Harta Kekayaannya

Penurunan tajam ini juga diperparah oleh keputusan sejumlah perusahaan besar, termasuk raksasa pelayaran Denmark, Maersk, yang mengalihkan jalur oKekayaanny

Dalam laporan pada September 2024, Maersk menyebutkan bahwa jumlah kapal yang melintasi Terusan Suez menurun hingga 66 persen.

Baca Juga: Head to Head PSBS Biak vs Dewa United BRI Liga 1 2024-2025, Siapakah yang Menang?

Keputusan itu diambil menyusul ancaman kelompok Houthi yang bersumpah akan menyerang kapal-kapal terkait Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina setelah konflik di Gaza.

Meski Houthi sempat menyatakan komitmen untuk tidak mengganggu kebebasan navigasi atau membahayakan kapal negara lain, kekhawatiran terhadap keamanan tetap membuat banyak perusahaan enggan melintasi wilayah tersebut.

Baca Juga: Harta Kekayaan Hamenang Wajar, Calon Bupati Klaten yang Dinyatakan Menang oleh KPU dengan Suara 395.092

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X