Mengintip Serunya BRI CoreLab di UIN Raden Fatah Palembang, CEO Promedia Ungkap Perjalanan 17 Tahun Kariernya Jadi Jurnalis!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 18 Desember 2024 | 12:39 WIB
CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono (kedua dari kiri) bersama Dekan FISIP UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Abdur Razzaq, M.A (ketiga dari kiri) dalam acara BRI CoreLab 2024. (Istimewa )
CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono (kedua dari kiri) bersama Dekan FISIP UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Abdur Razzaq, M.A (ketiga dari kiri) dalam acara BRI CoreLab 2024. (Istimewa )

“Keahlian membuat konten, bisa jadi salah satu solusi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi,” tandasnya.

Cara Bikin Konten yang Mendatangkan Traffic

GM Media Network Promedia, Agil Hari Santoso mengajak mahasiswa UIN Raden Fatah untuk mengetahui lebih jauh tentang metode agar situs dan konten dapat dengan mudah ditemukan oleh mesin pencari, yang disebut Search Engine Optimization (SEO).

"Bayangkan kamu mendirikan website baru di tengah miliaran website lain di internet, bagaimana caranya agar orang lain bisa mengunjungi website kamu?" sebut Agil.

Baca Juga: Sederet Partai Ini Siap Buka Pintu Untuk Jokowi Usai Resmi Dipecat PDIP

Terkait hal itu, Agil pun menuturkan tentang cara agar konten memberikan kesan yang baik terhadap pembacanya.

GM Media Network Promedia itu pun menyebut perbedaan antara SEO friendly content dengan human friendly content.

"Ada yang disebut SEO friendly content, sebuah konten yang ditulis dengan kaidah-kaidah SEO dan mengandung keyword (kata kunci) yang sudah direncanakan tapi isinya belum tentu berkualitas," terang Agil.

"Sementara human friendly content itu merupakan konten yang ditulis dengan memprioritaskan kualitas dan pengalaman pembaca," bebernya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penyelewengan Dana CSR Buat KPK Geledah Kantor BI, Apa Itu CSR?

Agil pun menerangkan tentang konten berbasis SEO yang terdiri dari evergreen content dan trending content.

"Evergreen content itu merupakan konten yang sepanjang masa bisa mendatangkan traffic (pembaca), relevansinya tidak cepat hilang seiring berjalannya waktu, dan pencariannya sedikit," jelasnya.

Kemudian, Agil menuturkan tentang trending content yang memiliki tingkat pencarian di mesin pencari sangat tinggi.

"Ada juga yang disebut trending content yang merupakan konten yang sedang viral dan memiliki volume pencarian sangat tinggi. Tapi begitu isunya selesai pencarian akan semakin kecil," tandasnya.***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X