Siap Diluncurkan! Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Awal 2025

Photo Author
- Kamis, 12 Desember 2024 | 14:30 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Januari 2025, Anggaran Rp15 Ribu per Anak (Photo : gizi.uad.ac.id)
Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Januari 2025, Anggaran Rp15 Ribu per Anak (Photo : gizi.uad.ac.id)

INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mulai dilaksanakan secara serentak pada 2 Januari 2025.

Setelah melalui proses uji coba selama beberapa bulan, format ideal pelaksanaan program ini akhirnya ditetapkan.

Baca Juga: Sengketa Pilkada Jateng dan Jatim: Dua Paslon Bawa Hasil ke Mahkamah Konstitusi

MBG dirancang untuk mendukung perbaikan gizi dan kesejahteraan anak-anak Indonesia, sekaligus menciptakan generasi unggul di masa depan.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Satria Wibawa, menjelaskan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Korupsi Tambang Timah: Tiga Eks Kadis ESDM Babel Divonis Beragam Hukuman Penjara

“Presiden ingin melalui program ini kita bisa mengurangi kesenjangan gizi, meningkatkan kualitas hidup anak-anak, dan membentuk sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global,” ujar Hariqo.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan segala aspek teknis untuk memastikan program ini berjalan lancar.

Baca Juga: Anggota Kepolisian Diminta Prabowo Harus Selalu Berpihak dan Bela Kepentingan Rakyat

Selama masa persiapan, pemerintah fokus pada berbagai aspek, mulai dari penyediaan bahan baku, operasional unit pelayanan, hingga sistem distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan limbah agar pelaksanaan program tetap ramah lingkungan.

Dengan kesiapan yang matang, pemerintah optimistis MBG dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Aspek Spiritual Moral Anggota, Polsek Cibatu Gelar Pengajian Rutin

MBG dirancang untuk menyasar pelajar di berbagai jenjang pendidikan, khususnya yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X