INSIBERNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Bekasi 2024 disebabkan oleh penggabungan tempat pemungutan suara (TPS) yang berdampak pada jarak yang semakin jauh antara TPS dengan pemilih.
Menurut KPU Kota Bekasi, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada kali ini mengalami penurunan hingga 20-30 persen dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.
Jarak TPS yang Terlalu Jauh Jadi Kendala
Afif Fauzi, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat di KPU Kota Bekasi, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya partisipasi adalah penggabungan TPS yang sebelumnya berada di tingkat RT (Rukun Tetangga) kini digabungkan ke tingkat RW (Rukun Warga).
Hal ini membuat jarak tempuh pemilih semakin jauh, yang kemudian mempengaruhi keputusan mereka untuk datang ke TPS.
"Memang ada faktor teknis juga, temuan warga memang TPS-nya terlalu jauh, karena penggabungan yang dulunya satu TPS tingkat RT, ini satu RW bisa dua, sehingga itu juga cukup lumayan jauh," kata Afif dalam keterangan pada Jumat (29/11/2024).
Baca Juga: Kamar Mandi Sering Bau Pesing? Pakai Ini Biar Seger!
Faktor Lain yang Menyebabkan Rendahnya Partisipasi Pemilih
Afif juga menyebutkan faktor lain yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi pemilih. Di antaranya adalah adanya kegiatan lain yang mengalihkan perhatian pemilih dari Pilkada, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang keuntungan yang bisa diperoleh dari mengikuti Pilkada.
"Apakah tidak hadirnya karena memang ada kegiatan lain atau memang tidak ada keuntungan di pilkada itu masih kita analisa. Misal, 'nyoblos pilkada keuntungan buat saya apa?' Mungkin kalau pilpres kan ada dampak atau kesukaan dengan tokoh," ungkap Afif.
Afif menggarisbawahi bahwa pemilih sering kali merasa bahwa Pilkada tidak membawa dampak langsung bagi mereka, berbeda dengan pemilu presiden yang lebih dirasakan pengaruhnya, terutama terkait dengan pilihan tokoh yang lebih populer.
Baca Juga: Cara Cepat dan Praktis Bersihkan Kerak Dinding yang Membandel
Evaluasi dan Inovasi Sosialisasi
KPU Kota Bekasi menyadari pentingnya evaluasi terhadap rendahnya tingkat partisipasi ini. Afif menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait program sosialisasi yang telah dilaksanakan selama ini, dan mencari inovasi baru agar bisa menjangkau semua segmen pemilih.
"Partisipasi masyarakat itu jadi catatan buat kami juga, catatan juga buat kami di KPU Kota Bekasi terkait program sosialisasi yang tadinya menyentuh mungkin harus ada program inovasi baru karena semua segmen sudah kita lakukan," ujar Afif.
Dengan langkah evaluasi ini, KPU Kota Bekasi berharap dapat memperbaiki dan meningkatkan partisipasi pemilih di masa depan, serta memastikan bahwa pemilu dan pilkada dapat berlangsung dengan partisipasi yang optimal dari seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
Denza D9 Siap Masuk Indonesia 2025! Ini Dia Rival-Rival Berat yang Harus Dihadapinya di Pasar Mobil Premium!
Skandal Pemilu: Ketua KPPS dan Petugas Pamsung Coba Pengaruhi Suara, Terancam 18 Bulan Penjara!
DJBC Musnahkan 102 Unit iPhone 16 Ilegal, Begini Alasan Pemerintah Indonesia
Lihat dari Dekat Mobil Listrik 'Murah' Bertampang Suzuki Jimny yang Mau Masuk RI
Peradi Tegaskan Peran Tunggalnya Sebagai Organisasi Advokat Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2003
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Indonesia Sepekan ke Depan
Peringatan 30 Tahun PlayStation: PS5 Aksesori Baru, Edisi Terbatas, dan Kejutan di State of Play 3 Desember
Rumah Rp16 Ribu? Fenomena Rumah Kosong di Jepang Jadi Sorotan Dunia
Resmi! Program Makan Bergizi Gratis Jadi 10 Ribu Per-anak
Gegara Pakai Google Maps, Sopir Mobil Pikap Salah Jalur dan Tabrak Bayi 6 Bulan Hingga Tewas