Resmi! Program Makan Bergizi Gratis Jadi 10 Ribu Per-anak

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 30 November 2024 | 11:31 WIB
Prabowo Subianto - Presiden Republik Indonesia (Foto : Instagram/presidenrepublikindonesia)
Prabowo Subianto - Presiden Republik Indonesia (Foto : Instagram/presidenrepublikindonesia)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan peluncuran program makan bergizi gratis dengan alokasi anggaran Rp10 ribu per hari untuk anak-anak dan ibu hamil.

Langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga buruh, serta menekan angka kekurangan gizi di Indonesia.

Baca Juga: Rumah Rp16 Ribu? Fenomena Rumah Kosong di Jepang Jadi Sorotan Dunia

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Menurut Prabowo, program ini telah dirancang dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk para menteri terkait dan perwakilan buruh.

Baca Juga: Peringatan 30 Tahun PlayStation: PS5 Aksesori Baru, Edisi Terbatas, dan Kejutan di State of Play 3 Desember

Ia menegaskan bahwa pemberian makanan bergizi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperjuangkan hak-hak buruh, tidak hanya di tempat kerja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Kita ingin buruh, keluarga mereka, dan anak-anaknya mendapatkan akses yang lebih baik terhadap gizi berkualitas,” ujar Prabowo.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Indonesia Sepekan ke Depan

Awalnya, pemerintah berharap bisa mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 ribu per hari. Namun, mempertimbangkan situasi fiskal saat ini, angka Rp10 ribu dinilai sebagai pilihan yang realistis tanpa mengurangi efektivitas program.

“Kita ingin Rp15 ribu, tetapi dalam kondisi anggaran sekarang, Rp10 ribu cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan mutu yang baik,” jelasnya.

Baca Juga: Peradi Tegaskan Peran Tunggalnya Sebagai Organisasi Advokat Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2003

Selain memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan ibu hamil, program ini akan diselaraskan dengan berbagai bantuan sosial yang sudah berjalan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan perlindungan sosial lainnya.

Dengan sinergi ini, pemerintah berharap dukungan yang diberikan dapat lebih terintegrasi dan maksimal.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X