Tingkat Golput Tinggi di Pilkada Jakarta 2024, KPU Masih Kumpulkan Data

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 28 November 2024 | 15:54 WIB
Tingkat Golput Tinggi di Pilkada Jakarta 2024, KPU Masih Kumpulkan Data (Photo : istimewa)
Tingkat Golput Tinggi di Pilkada Jakarta 2024, KPU Masih Kumpulkan Data (Photo : istimewa)

INSIBERNEWS - Pilkada Jakarta 2024 mencatat fenomena yang mengkhawatirkan: tingginya angka golongan putih (golput) atau pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya.

Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata, mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di hari pencoblosan, Rabu (27/11/2024), kemungkinan berada di kisaran 50-60 persen.

Baca Juga: Ancaman Bom dan 'Swatting' Menghantui Calon Kabinet Trump, Keamanan Diperketat Pasca Serangan

“Kalau kami lihat sekilas dari monitoring kemarin, partisipasi pemilih ada di angka 50-60 persen,” ujar Wahyu di kantor KPUD Jakarta, Kamis (28/11/2024).

Meski begitu, ia menekankan bahwa angka tersebut masih berupa estimasi awal. Saat ini, proses rekapitulasi suara masih berlangsung di tingkat kecamatan, sehingga data resmi belum sepenuhnya tersedia.

Baca Juga: Iran Sambut Gencatan Senjata di Lebanon, Tegaskan Hak untuk Balas Serangan Israel: Akankah Terjadi Ketegangan Baru?

Wahyu menyebut, dibandingkan dengan pilkada sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih kali ini menunjukkan tren penurunan. Pada Pilkada Jakarta sebelumnya, rata-rata partisipasi berkisar di angka 65-70 persen.

“Yang paling tinggi itu Pilkada 2017, dengan partisipasi pemilih mencapai lebih dari 70 persen. Tapi kalau yang lainnya, seperti Pilkada 2007 dan 2012, itu di bawah 70 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Yogyakarta Menjadi Satu-satunya Provinsi yang Tidak Mengikuti Pilkada 2024, Kenapa?

Menyikapi potensi rendahnya partisipasi, KPU Jakarta berencana melakukan evaluasi mendalam setelah data resmi terkumpul.

“Kami akan evaluasi untuk mencari tahu penyebab pastinya. Saat ini, datanya masih kami kumpulkan,” kata Wahyu.

Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen Diundur, Pemerintah Fokus Beri Stimulus Ekonomi

Ia menambahkan, penting untuk memahami alasan di balik rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan hak pilih mereka, apakah karena persoalan teknis, sosial, atau bahkan karena tingkat kepercayaan terhadap kandidat.

Partisipasi pemilih yang rendah menjadi tantangan besar bagi proses demokrasi di Jakarta. Sebagai salah satu daerah dengan peran strategis di Indonesia, keterlibatan masyarakat dalam Pilkada menjadi cerminan kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X