INSIBERNEWS - Sararat Rangsiwuthaporn, seorang wanita asal Thailand, telah dijatuhi hukuman mati setelah terbukti menjadi pembunuh berantai yang meracuni teman-temannya dengan sianida.
Kasusnya, yang mencuat dalam persidangan pertama dari total 14 pembunuhan terpisah, mengungkapkan sisi gelap dari kecanduan judi yang memicu serangkaian kejahatan keji.
Baca Juga: Firli Bahuri Kembali Dipanggil Bareskrim, Dugaan Pemerasan Belum Tuntas
Polisi menyebutkan bahwa Sararat meminjam uang dari para korban untuk membiayai kecanduan judinya dan kemudian membunuh mereka untuk menghapus jejak utang, serta mencuri barang berharga seperti perhiasan dan ponsel.
Menurut informasi yang diungkapkan oleh pihak berwenang, Sararat menggunakan modus penipuan dengan meminjam sejumlah besar uang dari orang-orang yang dikenalnya.
Baca Juga: Gubernur Bengkulu Lakukan Pemerasan Pada Bawahannya, KPK: Uang untuk Pilkada 2024
Salah satu contohnya, ia meminjam hingga 300.000 baht (sekitar Rp138 juta) dari salah satu korbannya.
Namun, saat para korban mulai meminta uang mereka kembali, Sararat justru meracuni mereka dengan sianida.
Setelah membunuh, ia tidak hanya mencuri uang, tetapi juga barang-barang berharga milik korban.
Baca Juga: Shell Bantah Kabar Penutupan SPBU di Indonesia, Fokus Tetap Operasi
Wakil Kepala Polisi Nasional Thailand, Surachate Hakparn, menyatakan bahwa motif utama di balik kejahatan ini adalah utang judi Sararat yang melilit.
"Dia meminta uang dari orang-orang yang dikenalnya karena memiliki banyak utang kartu kredit. Ketika mereka menuntut uangnya kembali, dia mulai membunuh mereka," jelas Surachate.
Baca Juga: Pesawat Sukhoi Superjet 100 Rusia Terbakar di Antalya, Semua Penumpang Selamat
Selama penyelidikan, polisi menemukan bahwa Sararat telah merencanakan dan melaksanakan pembunuhan dengan sangat terencana, memanfaatkan kedekatannya dengan para korban untuk meracuni mereka tanpa kecurigaan.
Artikel Terkait
Nampak Sehat Saat Kampanye Akbar, Cawabup Ciamis Yana D Putra Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
WNI Melonjak Drastis Masuk Kamboja, Apa Karena Judi Online?
Tujuh WNI Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Malaysia, Begini Kronologinya!
Kesenjangan Pandangan Remaja Yahudi AS dan Dunia Terhadap Israel dan Hamas
Presiden Prabowo Siap Mencoblos di Pilkada 2024 di Bogor
Tragedi di Dubai: Rabi Yahudi Israel Tewas Diduga Dibunuh
Pesawat Sukhoi Superjet 100 Rusia Terbakar di Antalya, Semua Penumpang Selamat
Shell Bantah Kabar Penutupan SPBU di Indonesia, Fokus Tetap Operasi
Gubernur Bengkulu Lakukan Pemerasan Pada Bawahannya, KPK: Uang untuk Pilkada 2024
Firli Bahuri Kembali Dipanggil Bareskrim, Dugaan Pemerasan Belum Tuntas