Dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Saudi, Waleed bin Abdulkarim El-Khereiji, pertemuan ini juga dihadiri oleh Deng Li dari China dan Majid Takht-Ravanchi dari Iran.
Diskusi berlangsung dalam suasana produktif, menegaskan komitmen ketiga negara untuk menghadapi tantangan bersama.
Pertemuan ini menjadi cerminan keberhasilan diplomasi China yang secara konsisten membangun reputasi sebagai pemain kunci di Timur Tengah.
Melalui pendekatan yang tidak berpihak, Beijing berhasil mempertemukan dua kekuatan regional, yakni Saudi dan Iran, ke meja perundingan.
Upaya ini bukan hanya mengurangi ketegangan, tetapi juga menciptakan fondasi bagi stabilitas di kawasan yang selama ini rawan konflik.
Kesepahaman yang tercapai di Riyadh bukan hanya sekadar diplomasi, tetapi juga simbol persatuan melawan ketidakadilan dan pelanggaran internasional.
Ketiga negara menegaskan bahwa dialog dan kerja sama multilateral adalah kunci untuk menghadapi isu-isu global yang kompleks.
Artikel Terkait
8 Inspirasi Desain Kamar Tidur Anak Minimalis: Hemat Ruang, Tetap Estetik!
7 Desain Kamar Tidur Anak Minimalis yang Mudah Dibersihkan, Solusi Tepat untuk Orang Tua Sibuk!
Jarang Diketahui! Inilah 6 Manfaat Bunga Telang untuk Mata yang Perlu Anda Coba
Jelang Pilkada 2024, Kepolisian Karawang Berikan Pengamanan Acara Kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang No Urut 02
Pemkab Purwakarta Gelar Monitoring Hasil Penilaian Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi
Cut Syifa Dicibir Netizen Karena Dekat Dengan Mischa Chandrawinata Yang Beda Agama, Begini Balasannya Untuk Netizen
Endorsment Anies Baswedan pada Calon Pemimpin Daerah Dinilai Menguntungkan, Kenapa?
Keren! Jatuh Cinta Seperti di Film-film Borong 7 Penghargaan di Piala Citra Festival Film Indonesia 2024
AS Kini Izinkan Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Balistik ATACMS, Ini Alasannya!
Joe Biden Izinkan Ukraina Serang dengan Rudal Balistik ATACMS, Begini Respon Rusia