Merasa Ditipu, Pengunjung Protes Akuarium di China Ini 'Pelihara' Robot Hiu Paus

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 18 November 2024 | 08:00 WIB
Pengunjung Protes Akuarium di China Ini 'Pelihara' Robot Hiu Paus (SCMP)
Pengunjung Protes Akuarium di China Ini 'Pelihara' Robot Hiu Paus (SCMP)

INSIBERNEWS - Sebuah akuarium di selatan China memiliki koleksi peliharaan yang unik dan jarang kita lihat.

Selain memelihara ikan hidup seperti akuarium lainnya, sebuah robot hiu paus juga dipamerkan dalam akuarium raksasa tersebut.

Alih-alih terkesima dengan pertunjukan robot hiu paus itu, tak sedikit pengunjung ada yang protes.

Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan Eks Pekerja Migran Indonesia dengan Keterampilan dan Pengetahuan

Para pengunjung merasa tertipu. Terlebih, harga tiket masuk akuarium mencapai CNY 200 atau sekitar Rp505 ribu.

Diketahui, robot tersebut hanya hidup disaat jam buka akuarium. Robot hiu paus berukuran besar itu akan berenang meliuk-liuk di air.

Meski dibentuk semirip mungkin dengan ikan sungguhan, namun ada yang menyebut bahwa gerakannya sama sekali tidak mirip dengan hiu paus yang asli.

Baca Juga: Outfit ke Mall dengan Celana Kulot, 8 Gaya Simpel Tapi Tetap Glamor yang Wajib Kamu Coba!

Dikabarkan bahwa pembuatan robot ikan tersebut menelan biaya jutaan yuan.

Walaupun menuai protes, tak sedikit pengunjung yang mendukung aksi akuarium tersebut. Mereka menyebut, hal ini bisa menjadi bentuk edukasi perlindungan hewan.

Menangkap hiu paus di China merupakan tindakan ilegal. Hiu paus diklasifikasikan sebagai spesies dilindungi di China.

Baca Juga: Kamar Tidur Estetik Minimalis Modern, Perpaduan Gaya Simpel dan Elegan untuk Ruang Chill yang Keren

Menurut Li Jianping, dekan Academy of Future Ocean di Ocean University of China, sebaik-baiknya akuarium adalah alam liar.

Masa hidup paus hiu mencapai 80-130 tahun. Namun, di akuarium, rata-rata mereka hanya bisa bertahan selama 5 tahun.

Pengunjung yang tak terima soal robot hiu paus sempat meminta berbagai pihak untuk menghentikan operasional akuarium atas tuduhan penipuan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X