INSIBERNEWS - Kecelakaan truk over dimension over load (ODOL) alias truk obesitas bukan pertama kalinya terjadi di tol Cipularang.
Kejadian kecelakaan truk ODOL sudah sering terjadi tetapi tidak ada solusi dari pemerintah.
Padahal kecelakaan yang disebabkan oleh truk ODOL sangat membahayakan pengendara lain.
Baca Juga: Video Dukungan Prabowo ke Ahmad Lutfi, Tuai Kontroversi, Sebenarnya Boleh atau Tidak?
Pada tragedi kecelakaan beruntun di tol Cipularang yang terjadi pada 11 November 2024 adalah 30 orang.
Satu diantaranya meninggal dunia dan 29 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan beruntun ini menyebabkan sejumlah mobil sampai bertumpuk karena benturan yang kencang.
Menurut Polda Jabar, kecelakaan beruntun ini disebabkan oleh truk ODOL yang mengalami rem blong.
Di samping itum truk ODOL bermuatan cukup banyak dan berat sehingga menabrak kendaraan lain di depannya dan menyebabkan kecelakaan beruntun.
Kecelakaan ini kemudian menambah panjang deretan kecelakaan yang terjadi di km 91-km 104 tol Cipularang.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (14/11/2024), Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno menyampaikan bahwa negara tidak pernah memberikan solusi mengenai maraknya kecelakaan truk ODOL.
Artikel Terkait
Saran Alternatif Jalan Agar Tidak Terjebak Macet Akibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang
Kaki Terjepit Muatan Truk, Berikut Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92
Kapolres Purwakarta Evakuasi Puluhan Korban Tabrakan Beruntun Tol Cipularang KM 92
21 Alami Luka Ringan, 7 Luka berat, Jasa Raharja Jamin Asuransi Korban Laka tol Cipularang KM 92
Korban Capai 30 Orang, Begini Cerita Keluarga Korban Selamat Kecelakaan Tol Cipularang, Sempat Video Call Saat Kejadian!