Trem Otonom Di IKN Dipulangkan Lagi Ke China, Kira-kira Kenapa?

Photo Author
- Rabu, 13 November 2024 | 17:52 WIB
Trem Otonom Di IKN Dipulangkan Lagi Ke China (Photo : rri.co.id)
Trem Otonom Di IKN Dipulangkan Lagi Ke China (Photo : rri.co.id)

INSIBERNEWS - Ibu Kota Nusantara (IKN) baru-baru ini memulangkan trem otonom (Autonomous Rail Transit/ART) yang sebelumnya didatangkan dari China.

Menurut Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, trem tanpa masinis ini belum memenuhi standar performa yang diharapkan setelah serangkaian pengujian.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat, Pemkab Purwakarta Antusias Hadiri Penyerahan Bantuan Paket Nutrisi CSR Waralaba

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Perhubungan, sistem otonom pada trem ini masih belum bekerja dengan optimal dan belum bisa dioperasikan sebagai moda transportasi publik di IKN.

"Hasil dari uji coba atau Proof of Concept (PoC) menunjukkan bahwa sistem kendali otonom pada trem ini masih belum berfungsi dengan baik," ujar Ali pada Rabu (13/11/2024).

Baca Juga: Literasi Nyunda Merupakan Salah Satu Ekstrakurikuler SMK Tri Mitra Cikampek

Uji Coba Trem di Kawasan Inti Pemerintahan

Pengujian trem otonom ini dilakukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara, tepatnya di dua jalur uji yang mencakup area Kemenko 1-4 serta ruas Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur.

Trem diuji di jalur khusus dengan konsep 'mixed traffic,' di mana kendaraan ini berbagi jalan dengan moda transportasi lain.

Meskipun kawasan IKN masih dalam tahap pembangunan, tim penguji tetap menjalankan evaluasi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan jalan untuk mendukung pengujian ini.

Baca Juga: 50 Ribu Liter Susu Terbuang! Aksi Mandi Susu Peternak Boyolali Lakukan Protes Terhadap Kebijakan Industri Pengolahan Susu

Meski begitu, hasil PoC menunjukkan bahwa trem belum sepenuhnya mampu menjalankan kendali otonom yang andal di lingkungan tersebut.

Sistem Otonom Belum Optimal

Dari uji coba yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa teknologi otonom pada trem ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar bisa memenuhi standar performa yang diharapkan di Indonesia.

Ali mengatakan, sistem otonom pada trem ini belum menunjukkan kemampuan kendali yang stabil dan optimal, seperti yang bisa dilakukan di China.

Baca Juga: Garuda ID Resmi Hadir! Aplikasi Terbaru PSSI Jamin Pengalaman Nonton Sepak Bola Lebih Aman

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X