BRI Mengurangi Jumlah Kantor dan Tingkatkan Sharing Economy ke Masyarakat Melalui AgenBRILink

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 8 November 2024 | 09:00 WIB
BRI Mengurangi Jumlah Kantor dan Tingkatkan Sharing Economy ke Masyarakat Melalui AgenBRILink (Istimewa)
BRI Mengurangi Jumlah Kantor dan Tingkatkan Sharing Economy ke Masyarakat Melalui AgenBRILink (Istimewa)

INSIBERNEWS, Jakarta - Mengurangi jumlah kantornya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memilih untuk mengakselerasi inklusi keuangan dan menciptakan sharing economy bagi masyarakat.

Diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Sunarso, BRI telah mengurangi sebagian jumlah kantornya dan mengalihkan layanan perbankannya melalui AgenBRILink.

Berdasarkan data, jumlah kantor BRI pada September 2024 mencapai 7.594 kantor, angka tersebut menurun dibandingkan jumlah kantor pada tahun 2020 sebanyak 9.030 kantor.

Baca Juga: Desain Dapur Kotor Minimalis dengan Sentuhan Natural, Yuk Coba untuk Tampilan Segar!

“Layanan kantor yang ditutup kemudian dialihkan kepada para AgenBRILink yang tersebar di warung-warung”, ujarnya.

Menurut Sunarso, hal ini merupakan bagian dari transformasi BRI tahap kedua, yang disebut BRIvolution 2.0.

Aspirasinya, BRI ingin menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion”. Sunarso menekankan, dalam fase ini, inklusi menjadi kunci.

Baca Juga: Masalah Serius Pemerintah Irlandia, Terlalu Banyak Uang dan Bingung untuk Apa

Potret kios AgenBRILink (Istimewa)

"Maka kemudian, kita mengurangi jumlah kantor sebenarnya dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat yang kita kemas dalam rangka financial inclusion. Maka kemudian AgenBRILink dimaksudkan untuk memastikan terjadinya sharing ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang secara inklusif melibatkan partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya,” terang Sunarso di segmen Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2024).

Ia mengungkapkan, hasil riset BRI menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya digital. Masih lebih banyak yang menyukai layanan perbankan lewat agen.

"Bahkan, jangankan digital, ke bank saja masih enggan, masih lebih senang lewat warung-warung yang sifatnya dekat dengan rumah. Tapi intinya adalah masih butuh physical presence dan personal touch," jelas Sunarso.

Baca Juga: Terlibat Kasus Narkoba, Eks Pemain Timnas U-23 Ini Dulu Punya Nilai Pasar Tertinggi Hampir Rp500 Juta!

Digambarkan oleh Sunarso, AgenBRILink persis seperti layanan kantor cabang BRI yang sesungguhnya, namun dalam bentuk agen. Agen-agen tersebut bisa berupa warung, toko kelontong, dan lain sebagainya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X