INSIBERNEWS - BRICS merupakan aliansi dagang yang semula beranggotakan Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.
Namun pada tahun 2023, keanggotaan BRICS diperluas mencakup Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Sekarang giliran Indonesia yang ingin ikut bergabung bersama BRICS karena memiliki tujuan tertentu.
Baca Juga: Artis Ratu Sofya Disebut Sang Adik Tinggalkan Keluarga, Lebih Pilih Kekasih Umur 39 Tahun
Dikutip INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (26/10/2024), BRICS ternyata mewakili seperempat ekonomi dunia.
Karena negara anggota BRICS memiliki perkembangan ekonomi yang besar dan menyumbang 26,2% dari Gross World Product (GWP).
Keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
Baca Juga: Serangan Drone Israel Guncang Teheran: Ledakan Terdengar di Pagi Buta
Menlu Sugiono menyampaikannya di dalam Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia.
“Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif,” ujar Sugiono.
“Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” lanjutnya.
Baca Juga: Astrid Kuya Geber Rapat DPRD: Kenapa Anggaran Sekolah Bisa Sebesar Ini?
Menlu Sugiono menilai bahwa prioritas BRICS sejalan dengan dengan program kerja Kabinet Merah Putih.
Artikel Terkait
Israel Serang Personel PBB di Lebanon, 2 TNI Alami Luka-luka hingga Buat Menlu Mengutuk Keras
Kini Kemendikbudristek Dipecah Jadi 3 Kementerian, Siapa Saja Menteri di Baliknya?
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Ungkap Anggaran Minim: Dulu Rp5,4 Triliun, Kini Hanya Rp92 Miliar!
Tak Hanya Menteri HAM, Menteri Transmigrasi Juga Protes Anggaran Kementerian, hingga Singgung Orba
Keren! Presiden Prabowo Gembleng Para Menteri, Wamen dan Kepala Lembaga di Akmil