INSIBERNEWS - Setidaknya 17 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas akibat pengeboman yang dilakukan oleh Israel terhadap sebuah sekolah yang dialihfungsikan sebagai tempat penampungan di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza, pada Kamis (24/10/2024).
Informasi ini disampaikan oleh petugas medis setempat.
Mahmoud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil di Jalur Gaza, menyatakan bahwa upaya penyelamatan korban masih terus dilakukan di lokasi serangan.
Baca Juga: Kementerian Perindustrian Awasi Pemasukan iPhone 16, Masih Ilegal Di Indonesia
Militer Israel mengklaim bahwa sekolah tersebut digunakan oleh Hamas sebagai pusat komando dan kendali, seperti yang dilaporkan oleh The Guardian pada Jumat (25/10).
Selain itu, serangan ini juga mengakibatkan 42 orang lainnya mengalami luka-luka, yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit al-Awda yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian.
Baca Juga: PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Gaza Utara, Israel Ditekan Untuk Lindungi Warga Sipil
Dari total korban tewas, terdapat 13 anak di bawah usia 18 tahun dan tiga perempuan, yang menunjukkan dampak tragis serangan ini terhadap masyarakat sipil yang rentan.
Kejadian ini menambah daftar panjang korban dalam konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut, di mana situasi kemanusiaan semakin memburuk akibat serangan yang terus menerus.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Mengajukan Keanggotaan di BRICS, Perkuat Diplomasi Global
Kadin Ungkap 300 Pengusaha Nakal di Indonesia Tak Punya NPWP, Pajak Capai Rp300 Triliun
Reaksi Farhat Abbas Soal Jhon LBF Bakal Kasih Agus 240 Juta Jika Cabut Laporan Teh Novi : Kamu Kita Anggap Rumput Liar
BI Perpanjang Kebijakan DP 0 Persen Untuk Kredit Properti dan Kendaraan hingga 2025
China Rencana Kurangi Impor Batu Bara di Tahun 2025
DPR Dorong Subsidi Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Informal
PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Gaza Utara, Israel Ditekan Untuk Lindungi Warga Sipil
Terancam PHK Massal Tanpa Pesangon, 20 Ribu Karyawan Sritex Ajukan Kasasi Pailit
Kementerian Perindustrian Awasi Pemasukan iPhone 16, Masih Ilegal Di Indonesia
Soal Adanya Petisi Tarik Donasi Agus, Farhat Abbas Tidak Akan Berhenti Bela Agus