INSIBERNEWS - Prabowo Subianto yang resmi menjadi Presiden Indonesia pada Minggu (20/10/2024) harus menepati janji kampanyenya.
Yaitu janji Prabowo mengenai program makan gratis bergizi yang akan disediakan untuk para siswa, ibu hamil dan balita.
Program makan gratis bergizi yang merupakan gagasan dari Prabowo Subianto ini bukan hal yang mudah.
Baca Juga: Ucapkan Selamat Tinggal pada Kulit Kusam! Masker Alami untuk Kulit Kencang dan Bercahaya
Dikutip INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (20/10/2024), terdapat 82,9 juta anak dan ibu hamil yang merupakan target program makan gratis bergizi.
Program ini digagas oleh Prabowo Gibran untuk membangun investasi SDM masa depan, presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki program makan bergizi.
Namun ternyata ada ketimpangan antara anggaran program makan bergizi dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
Baca Juga: Pesawat SAM AIR Jatuh di Gorontalo Akibatkan 4 Orang Tewas, Berikut Identitasnya
Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis merupakan program prioritas milik Prabowo.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan sudah memasukkan anggaran untuk program program makan gratis.
Sri Mulyani menganggarkan Rp 71 triliun untuk program makan gratis tahap pertama.
Baca Juga: Harga Tiket Fan Meetup Lisa Blackpink di Jakarta Sampai Rp5,9 Juta, Fans Protes Kemahalan
Anggaran ini belum disahkan karena Kementerian Keuangan menunggu pertemuan DPR dengan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengungkapkan jika program makan bergizi sudah berjalan penuh maka dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun per hari.
Artikel Terkait
Pemerintahan Prabowo Gibran Akan Bentuk Kabinet Gemuk, Berapa Jumlah Kementerian di Negara Lain?
Mengejutkan! Prabowo Ungkap Akan Ciptakan Kabinet Gemuk dengan Terpaksa, Kenapa?
Daftar Titik Panggung Pesta Rakyat yang Akan Ramai di Momen Pelantikan Prabowo Gibran
Megawati Tidak Hadir di Pelantikan Presiden Prabowo Subianto, Ada Apa?
Dilantik Hari Ini, Prabowo Harus Hadapi Tantangan Utang Negara Sebesar Rp8.502 Triliun