INSIBERNEWS - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres buka suara mengenai serangan yang dilakukan oleh Israel kepada penjaga perdamaian yang merupakan ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang berada di Naqoura, Lebanon.
Serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Lebanon tersebut membuat 2 anggota TNI mengalami luka-luka.
Padahal 2 anggota TNI yang terluka ini merupakan pasukan perdamaian, oleh karena itu Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, mengecam keras Israel.
Baca Juga: Kemenag Tegaskan Tidak Ada Larangan Pernikahan di Hari Libur
Oleh karena itu, Retno Marsudi meminta agar ada investigasi menyeluruh terkait hal tersebut.
Selain itu, serangan Israel mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur UNIFIL, termasuk kendaraan dan sistem komunikasi.
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube Reuters (14/10/2024), Antonio Guterres mengatakan bahwa pihaknya membela rakyat Indonesia.
Baca Juga: Baim Wong Disebut Netizen Pelit, Tetangga Samping Rumah Baim Ungkap Baim Suka Bagi -Bagi Uang
"Kami bersama Anda dan rakyat Indonesia pada masa-masa ini," ujar Antonio Guterres.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Antonio Guterres di pada KTT ASEAN-PBB ke-14 di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024).
Selain itu, Antonio Guterres juga menyampaikan simpatinya kepada rakyat Indonesia dan menegaskan bahwa perdamaian adalah hal yang sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Kabar Duka! Nobuyo Oyama Pengisi Suara Doraemon Yang Dicintai, Meninggal Dunia
la juga turut mengecam serangan Israel lantaran penjaga perdamaian seharusnya dilindungi dan tak ingin peristiwa serupa kembali terjadi.
Perdamaian antar negara merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menciptakan stabilitas global
Artikel Terkait
Menyoroti Serangan Rudal Iran ke Israel, Intip Kekuatan Militer Keduanya
Aksi Tolak Genosida Menggema di Seluruh Dunia Pada Peringatan 1 Tahun Serangan Israel
Indonesia Kecam Serangan Israel yang Lukai Prajurit TNI di Lebanon, Desak Perlindungan PBB
Israel Serang Personel PBB di Lebanon, 2 TNI Alami Luka-luka hingga Buat Menlu Mengutuk Keras
Kota Beirut Hancur Akibat Serangan Israel, 79 WNI Telah Berhasil Dievakuasi dari Lebanon