Pengidap Penyakit Genetik Langka Sammy Basso Meninggal Dunia, Kenali Apa Itu Progeria?

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 7 Oktober 2024 | 20:02 WIB
Potret Sammy Basso.  (Intagram.com/@sammybasso)
Potret Sammy Basso. (Intagram.com/@sammybasso)

Baca Juga: Gus Miftah Tuai Kritik dan Tudingan Kasar ke Sang Istri Gegara Video Dirinya Toyor Kepala Istri Viral

Para penyintas penyakit ini divonis akan mengalami kualitas hidup yang berkurang dan harapan hidup hanya 13,5 tahun tanpa pengobatan.

Pencipta Obat Pertama Progeria
Sammy Basso menjadi sukarelawan untuk uji klinis yang menjadi obat pertama penyakit genetik tersebut.

Obat pertama yang diciptakan Sammy Basso bersama asosiasinya itu akan membantu mencegah penumpukan protein beracun.

Selain itu, Asosiasi Progeria mengklaim obat tersebut akan memperlambat perkembangan gejala dan memperpanjang harapan hidup bagi para penyandangnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Usung Ide Menarik Untuk Mengatasi Macet Jakarta dengan River Way

Direktur Medis Progeria Research Foundation Leslie Gordon menilai pemikiran Sammy Basso sangat kompleks.

"Tidak mungkin menggambarkan Sammy secara lengkap, karena pikirannya sangat kompleks," kata Leslie Gordon sebagaimana dikutip dari STAT, pada Senin, 7 Oktober 2024.

Leslie mengaku telah mengenal Sammy Basso sejak penyintas progresia itu masih berusia lima tahun.

Selain itu, Leslie mengatakan terkait penemuan obat pertama untuk penyakit tersebut telah meningkatkan harapan hidup bagi para penyintas progeria.

Baca Juga: Ada 3 Hari Peringatan di Tanggal 7 Oktober, Apa Saja?

Sosok Cerdas yang Hidup Bahagia
Sammy Basso adalah sosok cerdas peraih gelar Doktor (Ph.D.) di berbagai universitas Italia.

Orang-orang di sekitarnya telah menjalin ikatan emosional yang erat dengan Sammy Basso.

Sammy Basso juga telah membuktikan dirinya mampu hidup lebih lama dari harapan hidup rata-rata penderita progeria.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Batang, Kapolres Boyolali Meninggal Dunia

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Reuters, STAT

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X